Kota Bengkulu, GK – Ketua Komisi III DPRD Kota Bengkulu, Marliadi, S.E, menggelar reses masa sidang ke-III Tahun 2025 pada Sabtu (6/12) di kediamannya. Reses kali ini terasa berbeda karena selain menyerap aspirasi, Marliadi juga menghadirkan sesi edukasi khusus mengenai peluang kerja luar negeri dan pentingnya memahami jalur resmi sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Peserta yang hadir didominasi anak-anak muda dan mahasiswa, lulusan baru, hingga mereka yang masih mencari arah hidup. Marliadi membuka kegiatan dengan menyampaikan keprihatinan atas banyaknya kasus imigran ilegal yang melibatkan pemuda daerah akibat minimnya informasi.
“Saya kumpulkan anak-anak kita yang masih kuliah, yang baru tamat sekolah. Intinya ingin edukasi saja. Bahwa pentingnya kolaborasi, semangat, dan melihat peluang itu sangat menentukan masa depan mereka,” kata Marliadi.
Untuk memperkuat materi edukasi, hadir Owner LPK Takekka, Sahudin, yang memberikan motivasi langsung kepada peserta. Sahudin menyampaikan pesan kuat bahwa sebelum memutuskan bekerja di luar negeri, para pemuda harus membekali diri dengan keterampilan dan memilih jalur yang benar.
“Anak-anak muda harus percaya bahwa masa depan itu terbuka luas, tapi harus dijalani dengan kesiapan. Jangan terburu-buru memilih jalan pintas. Kalau ingin berangkat sebagai pekerja migran, tempuhlah jalur resmi yang aman, jelas, dan dilindungi negara,” tegas Sahudin di hadapan peserta.
Ia juga menekankan pentingnya mental dan karakter sebelum memulai karier profesional.
“Banyak kesempatan menunggu, tapi dimulai dari keberanian untuk belajar dan disiplin. Kita ingin mereka melangkah dengan kepala tegak, bukan terjerumus ke jalur ilegal yang merugikan diri dan keluarga,” ujarnya memberi semangat.
Marliadi menyambut baik motivasi tersebut dan menilai kehadiran Sahudin sangat membantu membuka wawasan generasi muda.
“Harapan kita, setelah mendengar motivasi dari LPK Takekka, mereka tidak lagi berada di persimpangan jalan. Minimal ada gambaran jelas tentang apa yang ingin mereka capai,” ucapnya.
Sebagai bagian dari upaya DPRD, Marliadi menegaskan bahwa edukasi ini juga bertujuan mencegah anak muda terjebak dalam kejahatan perdagangan manusia dan praktik pemberangkatan ilegal.
“Kalau pun ingin bekerja ke luar negeri, jangan sampai salah memilih jalur atau biro perjalanan yang tidak jelas. Kita ingin mengurangi risiko masalah besar di kemudian hari,” tegasnya.
Selain soal PMI, Marliadi ingin menanamkan bahwa politik bukanlah sesuatu yang menakutkan. Ia membuka rumahnya sebagai ruang belajar, ruang dialog, dan ruang tumbuh bagi generasi muda.
“Intinya hari ini kami ingin mengedukasi bahwa politik itu tidak kejam. Siapa tahu dari pertemuan ini lahir politisi-politisi muda yang baik untuk Kota Bengkulu,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan harapan agar para pemuda yang hadir pulang dengan energi baru.
“Minimal mereka dapat edukasi hari ini. Mereka bisa bilang, ‘oh, hari ini kami dapat ilmu penting dari reses di rumah Pak Marliadi.’ Dan itu sudah menjadi kebanggaan bagi kami,” tutupnya dengan senyum hangat. (Red)







