Bengkulu, GK – Persoalan BPJS Kesehatan yang tidak aktif hingga kebutuhan perbaikan jaringan irigasi menjadi aspirasi utama masyarakat dalam kegiatan reses Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring, yang akrab disapa Bang Usin. Kegiatan reses masa sidang tersebut digelar di Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu, Minggu (19/7/2026), dan dihadiri warga dari Kecamatan Muara Bangkahulu serta Sungai Serut.
Reses menjadi momentum bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi kepada wakil rakyat. Dalam dialog yang berlangsung terbuka, sejumlah warga mengeluhkan sulitnya memperoleh layanan kesehatan karena kepesertaan BPJS Kesehatan mereka sudah tidak aktif.
Salah seorang warga mengungkapkan bahwa kondisi tersebut membuat masyarakat kesulitan saat membutuhkan pelayanan medis. Menurutnya, tidak sedikit warga yang akhirnya harus menunda berobat karena terkendala status kepesertaan BPJS.
“Kami ni pak ngeluhnya satu itula, BPJS Kesehatan ini mati jadi pas mau berobat susah,” ujar salah seorang peserta reses.
Menanggapi keluhan tersebut, Bang Usin mengatakan persoalan BPJS Kesehatan masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah.
Ia menjelaskan Pemerintah Provinsi Bengkulu saat ini terus berupaya memperluas cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan gratis melalui dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Menurutnya, masih banyak masyarakat Bengkulu yang belum mendapatkan perlindungan jaminan kesehatan sehingga diperlukan tambahan anggaran agar lebih banyak warga dapat terakomodasi.
“Memang masyarakat Bengkulu masih banyak yang belum tercover BPJS Kesehatan. Kita membutuhkan penambahan anggaran dari APBD Provinsi maupun APBD kabupaten dan kota agar masyarakat yang BPJS-nya sudah tidak aktif dapat kembali memperoleh jaminan kesehatan. Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama,” kata Usin.
Selain persoalan BPJS, warga juga menyampaikan berbagai aspirasi lain, di antaranya peningkatan pelayanan kesehatan dan fasilitas di Rumah Sakit Umum Daerah dr. M. Yunus Bengkulu.
Warga berharap rumah sakit rujukan utama di Provinsi Bengkulu tersebut terus meningkatkan kualitas layanan agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih baik.
Tidak hanya itu, persoalan irigasi juga menjadi perhatian masyarakat. Mereka berharap adanya perbaikan saluran irigasi untuk mendukung aktivitas pertanian dan mencegah berbagai persoalan yang kerap muncul akibat infrastruktur yang kurang memadai.
Bang Usin menegaskan seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi catatan penting untuk diperjuangkan di DPRD Provinsi Bengkulu.
Menurutnya, peningkatan pelayanan kesehatan dan pembangunan infrastruktur dasar harus menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
“Masukan dari masyarakat ini akan kami tindak lanjuti. Perbaikan fasilitas kesehatan, peningkatan pelayanan rumah sakit, termasuk persoalan irigasi akan kami perjuangkan melalui fungsi penganggaran dan pengawasan di DPRD,” tegasnya.
Ia berharap kegiatan reses tidak hanya menjadi wadah menyerap aspirasi, tetapi juga memperkuat komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat sehingga berbagai persoalan yang disampaikan dapat ditindaklanjuti dalam program pembangunan daerah sesuai dengan skala prioritas dan kemampuan anggaran pemerintah.(Red)







