Darurat LGBTQ, Legislator Andi Saputra Sambut Baik kepres RI

Andi Saputra

Kota Bengkulu, GK – Anggota DPRD Kota Bengkulu dari Fraksi PKS, Andi Saputra, menyampaikan pandangannya terkait kebijakan pemerintah pusat yang mengkategorikan perilaku menyimpang LGBTQ (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, dan Queer/Questioning) menjadi sebuah ancaman negara.

Dalam keterangannya kepada awak media, Andi menyatakan mendukung langkah pemerintah apabila mengambil kebijakan yang menurutnya bertujuan menjaga moralitas bangsa dan ketahanan sosial.

Bacaan Lainnya

Andi menilai, berbagai isu yang berkaitan dengan kampanye maupun promosi gaya hidup LGBTQ perlu mendapat perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, negara memiliki tanggung jawab untuk menjaga nilai-nilai yang dianut masyarakat Indonesia serta memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi kehidupan berbangsa.

“Kita tidak boleh menutup mata. Kampanye mereka makin marak dan terstruktur. Kami mengapresiasi apabila pemerintah mengambil sikap tegas demi menjaga moral bangsa,” ujar Andi.

Politisi PKS tersebut mengatakan bahwa perkembangan sosial yang terjadi saat ini harus disikapi secara bijaksana dengan tetap mengedepankan nilai-nilai agama, budaya, dan Pancasila.

Ia berpandangan bahwa penguatan karakter generasi muda menjadi salah satu langkah penting dalam menghadapi berbagai tantangan sosial.

Dalam keterangannya, Andi juga mengaitkan pandangannya dengan kisah Negeri Sodom yang terdapat dalam kitab suci. Menurutnya, kisah tersebut menjadi pelajaran moral agar masyarakat tidak menganggap remeh perilaku yang dinilainya bertentangan dengan ajaran agama.

“Sejarah tidak pernah berbohong. Negeri Sodom dihancurkan bukan karena kekurangan teknologi atau ekonomi, tetapi karena perilaku menyimpang yang mereka banggakan. Ini menjadi pelajaran bagi kita semua,” katanya.

Lebih lanjut, Andi mengajak masyarakat untuk memperkuat ketahanan keluarga melalui pendidikan agama dan pembinaan karakter sejak usia dini. Ia menegaskan bahwa keluarga memiliki peran utama dalam membentuk generasi yang memiliki akhlak, etika, dan tanggung jawab sosial.

Menurutnya, manusia diciptakan berpasang-pasangan sebagai laki-laki dan perempuan. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk kembali kepada nilai-nilai keagamaan yang diyakininya sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.

Selain itu, Andi berharap tokoh agama, pendidik, organisasi kemasyarakatan, dan para orang tua dapat bersinergi dalam memberikan pendampingan kepada generasi muda agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai pengaruh negatif di era digital.

Ia menilai kolaborasi seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak-anak dan remaja.

Menurut Andi, upaya menjaga ketahanan keluarga dan memperkuat pendidikan karakter merupakan bagian penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas serta mewujudkan masa depan Indonesia yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan keagamaan.(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *