Bengkulu, GK – Universitas Bengkulu (UNIB) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI) dalam upaya memperkuat pendidikan, pelatihan, dan riset teknologi drone di lingkungan kampus. Kegiatan yang berlangsung di Gedung B LPPM UNIB ini dirangkaikan dengan Kuliah Umum bertema “Smart Drone for Smart Development”, serta dihadiri hampir 100 peserta dari kalangan mahasiswa, APDI Regional Bengkulu, dan PT. Tribuana Solusi Inovasi Teknologi.
Acara dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Bengkulu, Dr. indra Cahyadinata, S.P, M.Si,.
Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa dunia kerja masa depan menuntut lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan profesional yang diakui melalui sertifikasi. Sertifikasi pilot drone, menurutnya, menjadi salah satu kompetensi yang sangat relevan di era digital dan industri 5.0.
Ia berharap kerja sama ini dapat memberikan peluang luas bagi mahasiswa untuk mendapatkan Surat Pendamping Ijazah (SPI) melalui pelatihan dan sertifikasi drone yang terstandar.
Rektor juga menyoroti pesatnya perkembangan drone yang kini digunakan dalam sektor pertanian presisi, pemetaan wilayah, mitigasi bencana, pengawasan lingkungan, hingga industri kreatif berbasis visual. Dengan kemampuan menguasai teknologi ini, mahasiswa diharapkan mampu menjadi inovator yang siap bersaing di level nasional maupun internasional.
Sementara itu, ketua Umum APDI, Dr. Mochammad Akbar Marwan, menjelaskan bahwa teknologi drone di Indonesia mengalami lompatan besar dalam beberapa tahun terakhir. Drone kini menjadi bagian penting dari berbagai sektor strategis yang mendukung transformasi digital.
Ia menekankan pentingnya sertifikasi resmi dan penguasaan aspek keselamatan, etika, serta regulasi operasional. Melalui MoU ini, APDI berkomitmen mendukung UNIB dalam penyediaan pelatihan, pendidikan, dan pendampingan menuju terbentuknya Pusat Riset dan Inovasi Drone di kampus.
Kuliah Umum kemudian menghadirkan empat pemateri yang membahas perkembangan drone di Indonesia, teknik fotografi dan videografi berbasis drone, teknologi drone pertanian seperti DJI Agras T100, serta pemetaan menggunakan drone untuk kebutuhan kelautan, energi, pertambangan, dan mitigasi bencana. Materi ini membuka wawasan peserta mengenai luasnya peluang teknologi drone dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Sebagai penutup, seluruh peserta mengikuti praktik lapangan di Stadion UNIB untuk belajar manuver dasar, kalibrasi, hingga simulasi pemetaan udara. Kegiatan berlangsung interaktif dan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa.
Kerja sama antara UNIB dan APDI ini menjadi langkah strategis dalam mencetak generasi muda yang kompeten, inovatif, dan siap berkontribusi dalam pengembangan teknologi drone di Indonesia.(Red)







