Bengkulu, GK – Yayasan Dehasen Bengkulu terus melakukan pengembangan sarana dan prasarana guna mendukung aktivitas pendidikan sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat akan fasilitas pertemuan dan kegiatan berskala besar. Salah satu proyek yang saat ini tengah dikerjakan adalah pembangunan Graha Dehasen yang berlokasi di kawasan Air Sebakul, Kota Bengkulu.
Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) Yayasan Dehasen Bengkulu, Bando Amin, mengatakan Graha Dehasen dirancang sebagai gedung modern dengan berbagai fasilitas pendukung yang dapat dimanfaatkan oleh civitas akademika maupun masyarakat umum.
Menurutnya, bangunan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana pendidikan, tetapi juga dipersiapkan menjadi pusat kegiatan serbaguna yang mampu mengakomodasi berbagai agenda besar di Bengkulu.
“Pada lantai pertama terdapat basement, kemudian ruang kuliah untuk Fakultas Pertanian dan Fakultas Pendidikan Olahraga. Kami juga akan melengkapi kawasan ini dengan kolam renang sebagai fasilitas pendukung kampus,” ujar Bando Amin.
Ia menjelaskan, pada awal perencanaan Graha Dehasen diproyeksikan sebagai gedung perkuliahan. Namun seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas pertemuan yang representatif, konsep pembangunan kemudian dikembangkan menjadi gedung multifungsi.
Graha Dehasen nantinya dapat digunakan untuk berbagai kegiatan, mulai dari wisuda, seminar, pertemuan, pameran, resepsi pernikahan hingga konser dan kegiatan hiburan lainnya.
“Kami melihat kebutuhan masyarakat Bengkulu terhadap gedung yang mampu menampung banyak orang cukup tinggi. Karena itu, Graha Dehasen kami siapkan sebagai gedung multifungsi yang bisa digunakan untuk berbagai kegiatan,” jelasnya.
Salah satu keunggulan Graha Dehasen adalah kapasitasnya yang mencapai sekitar 5.000 orang. Dengan daya tampung tersebut, gedung ini diproyeksikan menjadi salah satu venue terbesar di Provinsi Bengkulu.
“Kapasitas yang kami siapkan mencapai 5.000 orang. Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat Bengkulu,” katanya.
Untuk menunjang kenyamanan pengunjung, Yayasan Dehasen juga menyiapkan area parkir yang luas dengan memanfaatkan lahan kampus sekitar tiga hektare sehingga mampu menampung kendaraan dalam jumlah besar saat pelaksanaan kegiatan.
Selain itu, kawasan Graha Dehasen akan dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang, seperti jembatan kaca dan kolam ikan yang diharapkan dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
“Kami ingin kawasan ini tidak hanya menjadi tempat kegiatan, tetapi juga nyaman dan menarik untuk dikunjungi masyarakat,” tambah Bando Amin.
Ia menargetkan Graha Dehasen sudah dapat digunakan untuk pelaksanaan wisuda mahasiswa Universitas Dehasen pada akhir tahun ini. Sementara operasional penuh gedung tersebut direncanakan mulai berjalan pada Oktober 2026.
“Target kami, Graha Dehasen siap digunakan untuk wisuda mahasiswa pada akhir tahun dan dapat beroperasi penuh pada Oktober 2026,” tutupnya.(Red)







