Inflasi Bengkulu Stabil, Wisata dan Transportasi Jadi Penopang Ekonomi

Bengkulu, GK – Stabilitas harga di Provinsi Bengkulu pada April 2026 tetap terjaga di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) sebesar 1,87 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,47.

Secara wilayah, inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Mukomuko sebesar 2,16 persen dengan IHK 109,57, sementara Kota Bengkulu mencatat inflasi sebesar 1,77 persen dengan IHK 109,43. Angka ini menunjukkan tekanan harga masih dalam kategori terkendali.

Bacaan Lainnya

Kenaikan harga dipicu oleh sejumlah kelompok pengeluaran, terutama makanan, minuman, dan tembakau yang tumbuh 3,27 persen serta penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,21 persen. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga mengalami kenaikan cukup tinggi sebesar 8,81 persen. Sementara itu, kelompok pendidikan dan kesehatan justru mengalami penurunan harga.

Beberapa komoditas yang dominan menyumbang inflasi antara lain daging ayam ras, emas perhiasan, rokok, ikan dencis, angkutan udara, beras, dan minyak goreng. Sedangkan komoditas seperti cabai merah, bawang putih, bensin, serta tarif pendidikan menjadi penahan laju inflasi.

Secara bulanan (month-to-month), inflasi April 2026 tercatat sebesar 0,35 persen, sedangkan inflasi tahun kalender (year-to-date) sebesar 0,52 persen.

Neraca Dagang Surplus, Ekspor Masih Tertekan

Di sektor perdagangan, Bengkulu masih mencatat surplus neraca dagang sebesar US$7,53 juta pada periode Januari–Maret 2026. Namun, capaian ini menurun tajam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$42,50 juta.

Nilai ekspor pada Maret 2026 tercatat sebesar US$3,74 juta, meningkat dibandingkan Februari 2026, namun turun signifikan dibandingkan Maret tahun lalu. Pada periode ini, tidak tercatat adanya aktivitas impor.

Komoditas ekspor utama masih didominasi tujuan ke Pakistan, Thailand, dan Vietnam dengan kontribusi mencapai lebih dari 95 persen. Pakistan menjadi tujuan terbesar ekspor Bengkulu.

Nilai Tukar Petani Menurun

Dari sektor pertanian, Nilai Tukar Petani (NTP) pada April 2026 tercatat sebesar 201,99 atau turun 0,96 persen dibanding bulan sebelumnya. Penurunan ini dipengaruhi turunnya harga komoditas yang diterima petani, sementara biaya yang harus dibayar mengalami kenaikan.

Penurunan terjadi pada subsektor tanaman pangan, perkebunan rakyat, dan peternakan. Sementara subsektor hortikultura dan perikanan masih mencatatkan kinerja positif.

Wisata dan Transportasi Menguat

Di tengah tekanan pada sektor ekspor dan pertanian, sektor pariwisata dan transportasi justru menunjukkan kinerja yang menguat. Jumlah perjalanan wisatawan nusantara ke Bengkulu pada Januari–Maret 2026 mencapai 1,94 juta perjalanan atau naik 20,76 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kota Bengkulu menjadi tujuan utama kunjungan wisatawan. Tingkat penghunian kamar hotel bintang juga meningkat menjadi 40,08 persen, naik signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Aktivitas transportasi turut mengalami peningkatan. Jumlah penerbangan di Bandara Fatmawati Soekarno pada Maret 2026 mencapai 457 penerbangan, naik 30,57 persen dibandingkan Februari 2026. Jumlah penumpang juga meningkat hingga 56.062 orang.

Di sektor angkutan laut, jumlah penumpang dan volume barang di Pelabuhan Pulau Baai juga mengalami kenaikan signifikan, mencerminkan meningkatnya mobilitas orang dan distribusi barang.

Secara keseluruhan, kondisi ekonomi Bengkulu pada April 2026 menunjukkan stabilitas yang cukup baik. Inflasi yang terkendali menjadi fondasi utama, sementara sektor wisata dan transportasi berperan sebagai penopang pertumbuhan di tengah tekanan pada ekspor dan sektor pertanian.(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *