Bengkulu, GK – Pertumbuhan ekonomi dari sektor pariwisata di Provinsi Bengkulu menjadi yang tertinggi di Indonesia. Hal itu disampaikan Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, saat menghadiri Penutupan Festival Tabut 2026 yang dirangkaikan dengan Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Sport Center, Bumi Merah Putih, Bengkulu, Rabu (24/6/2026).
Di hadapan ribuan masyarakat yang memadati lokasi acara, Sonny mengungkapkan bahwa sektor pariwisata Bengkulu mencatat pertumbuhan mencapai 19,73 persen. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa pengembangan budaya dan pariwisata mampu mendorong aktivitas ekonomi masyarakat secara signifikan.
“Momentum Festival Tabut menjadi contoh nyata bahwa perpaduan budaya dan pariwisata mampu menciptakan pergerakan ekonomi yang luar biasa. Pertumbuhan sektor pariwisata Bengkulu sekitar 19,73 persen dan menjadi salah satu yang tertinggi di Indonesia,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Sonny bersama Gubernur Bengkulu Helmi Hasan mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Provinsi Bengkulu. Pencanangan ditandai dengan penyerahan miniatur Tabut dari Gubernur kepada Wakil Kepala BPS RI, serta penyerahan sampul peringatan Sensus Ekonomi dari BPS kepada Gubernur Bengkulu.
Gubernur Helmi Hasan menyatakan komitmen penuh Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam mendukung suksesnya Sensus Ekonomi 2026.
“Dengan ini Pemerintah Provinsi Bengkulu menyatakan dukungan dan harapan untuk suksesnya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, khususnya di wilayah Provinsi Bengkulu,” kata Helmi yang disambut tepuk tangan masyarakat.
Sonny menjelaskan, Sensus Ekonomi merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali sesuai amanat undang-undang. Di Provinsi Bengkulu, BPS menerjunkan sebanyak 2.069 petugas untuk mendata sekitar 231 ribu unit usaha yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan sensus tidak hanya menjadi tanggung jawab BPS, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.
“Sensus Ekonomi bukan hanya kerja BPS, melainkan kerja kita bersama,” tegasnya.
Sonny juga mengajak seluruh pelaku usaha untuk menerima petugas sensus dan memberikan data yang benar melalui semboyan TIR, yakni Terima Petugas Sensus Ekonomi, Isi Data dengan Benar, Rahasia Terjaga.
Menutup sambutannya, Sonny menyampaikan pantun yang mengundang tawa dan antusiasme masyarakat.
“Ke Festival Tabut pakai kebaya, lihat makanan di sana sini, cukup sekian sambutan saya, terima kasih sudah beri atensi,” ucapnya yang langsung dijawab serempak oleh masyarakat dengan teriakan khas, “Padek!”
Acara penutupan Festival Tabut 2026 dan Pencanangan Sensus Ekonomi turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Djon Afriandi, Irvansyah, Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Komunikasi Apni Jaya Putra, para bupati dan wali kota se-Provinsi Bengkulu, unsur Forkopimda, serta para rektor perguruan tinggi.(Rls)







