Inflasi Bengkulu Mei 2026 Capai 3,01 Persen, Harga Pangan dan Emas Perhiasan Jadi Pemicu Utama

BENGKULU, GK – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu mencatat inflasi secara tahunan (year-on-year/y-on-y) pada Mei 2026 sebesar 3,01 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 110,41.

Berdasarkan Berita Resmi Statistik (BRS) Nomor 35/06/17/Th. XXVIII yang dirilis pada 2 Juni 2026, inflasi tahunan di Bengkulu masih dipengaruhi oleh kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran, terutama sektor pangan dan kebutuhan rumah tangga.

Bacaan Lainnya

Secara wilayah, inflasi tahunan tertinggi terjadi di Kabupaten Mukomuko yang mencapai 3,35 persen dengan IHK sebesar 110,48. Sementara Kota Bengkulu mengalami inflasi y-on-y sebesar 2,90 persen dengan IHK sebesar 110,38.

Kenaikan harga yang mendorong inflasi terjadi pada sejumlah kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar dengan kenaikan sebesar 6,07 persen.

Disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang meningkat 8,27 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,09 persen, serta kelompok transportasi sebesar 3,04 persen.

Selain itu, kelompok pakaian dan alas kaki mengalami kenaikan 1,87 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga naik 1,24 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,85 persen, kelompok perlengkapan rumah tangga sebesar 0,75 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,25 persen, serta kelompok kesehatan sebesar 0,05 persen.

Di sisi lain, kelompok pendidikan justru mengalami penurunan indeks harga sebesar 9,55 persen dan menjadi satu-satunya kelompok yang mencatat deflasi secara tahunan.

BPS mencatat sejumlah komoditas yang menjadi penyumbang utama inflasi tahunan pada Mei 2026. Komoditas tersebut antara lain emas perhiasan, daging ayam ras, cabai merah, angkutan udara, Sigaret Kretek Mesin (SKM), ikan dencis, minyak goreng, bahan bakar rumah tangga, sepeda motor, dan beras.

Sementara komoditas yang memberikan andil terhadap deflasi tahunan di antaranya biaya sekolah menengah atas, santan segar, bawang putih, tarif rumah sakit, bensin, popok bayi sekali pakai, daun singkong, baju muslim wanita, bayam, dan sepatu pria.

Selain inflasi tahunan, BPS juga mencatat inflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) Provinsi Bengkulu pada Mei 2026 sebesar 0,86 persen.
Kenaikan harga bulanan terutama dipicu oleh meningkatnya harga cabai merah, angkutan udara, minyak goreng, terong, bahan bakar rumah tangga, tomat, cabai rawit, bawang merah, kacang panjang, dan beras.

Sebaliknya, beberapa komoditas tercatat menahan laju inflasi bulanan karena mengalami penurunan harga, seperti daging ayam ras, emas perhiasan, jengkol, ikan dencis, jeruk, pir, telur ayam ras, kentang, bawang putih, serta makanan hewan peliharaan.

Data BPS menunjukkan bahwa tekanan inflasi di Bengkulu pada Mei 2026 masih didominasi oleh kelompok pangan dan kebutuhan pokok masyarakat.

Fluktuasi harga komoditas hortikultura, biaya transportasi, serta kebutuhan rumah tangga menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan inflasi di daerah tersebut.(Rls)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *