BENGKULU, GK – Reses Masa Sidang II Tahun 2026 yang digelar Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Komisi IV dari Dapil Bengkulu I Kota Bengkulu, H. Edison Simbolon, S.Sos., M.Si., di Adeva Hotel, Kota Bengkulu, Kamis (16/7/2026), menjadi ajang curahan aspirasi masyarakat. Berbagai persoalan mendasar disampaikan warga, mulai dari banjir, infrastruktur lingkungan, pendidikan, hingga pelayanan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek).
Salah satu aspirasi datang dari Tri, Ketua RW 03 Perumahan Puri Lestari, Desa Kandang, yang mewakili tujuh RT. Ia meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret mengatasi banjir yang selama ini menghantui kawasan tersebut. Selain itu, warga juga mengusulkan penataan taman lingkungan, bantuan mesin pemotong rumput, serta pembangunan dan normalisasi drainase di Jalan Mahakam 3 dan Jalan Mahakam 4.
“Setiap hujan deras, warga selalu dihantui banjir. Kami berharap persoalan ini menjadi prioritas untuk segera ditangani,” ungkap perwakilan warga dalam forum reses.
Keluhan lain datang dari masyarakat terkait proses pencairan dana Jamsostek yang dinilai masih dipenuhi persyaratan administrasi yang berbelit-belit. Warga berharap pemerintah dapat memberikan kemudahan karena dana tersebut merupakan hak peserta yang telah memenuhi kewajibannya.
Di sektor pendidikan, warga Jalan Nangka menyoroti tingginya biaya yang harus ditanggung orang tua siswa. Mereka mempertanyakan kebijakan sekolah yang mewajibkan pembelian hingga delapan stel seragam, padahal kegiatan belajar hanya berlangsung enam hari dalam sepekan. Warga juga mengeluhkan kewajiban membeli buku tertentu di luar sekolah serta larangan menggunakan buku hasil fotokopi, yang dinilai semakin membebani ekonomi keluarga.
Menanggapi berbagai persoalan tersebut, H. Edison Simbolon menegaskan seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat telah dicatat dan akan diperjuangkan melalui DPRD Provinsi Bengkulu sesuai kewenangannya. Menurutnya, setiap keluhan yang muncul dalam reses merupakan gambaran nyata persoalan yang dihadapi masyarakat dan harus menjadi perhatian pemerintah.
“Reses bukan sekadar agenda rutin, tetapi momentum untuk mendengar langsung suara masyarakat. Semua aspirasi ini akan kami bawa ke DPRD dan kami perjuangkan agar mendapat perhatian serta tindak lanjut dari pemerintah dan instansi terkait,” tegas Edison Simbolon.
Ia berharap hasil reses tidak berhenti sebagai catatan, melainkan dapat diwujudkan dalam bentuk kebijakan dan program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Bengkulu.(Rls)







