Bengkulu, GK – Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-6 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Bengkulu resmi digelar di Ballroom Hotel Mercure, Rabu (3/12). Kegiatan lima tahunan ini menjadi momentum strategis bagi PKB untuk melakukan penyegaran struktur sekaligus mengonsolidasikan kekuatan partai menghadapi berbagai agenda politik nasional ke depan.
Ketua DPP PKB Bidang Pendidikan dan Pesantren, Syaiful Huda, mewakili Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin), menyampaikan sejumlah pesan penting yang menjadi arah gerak partai. Menurut Huda, Muswil kali ini bukan sekadar pergantian kepengurusan, tetapi bagian dari agenda besar restrukturisasi internal yang sedang dijalankan DPP.
“DPP sedang melaksanakan agenda restrukturisasi. Muswil ini menjadi tahap penting untuk merefresh pengurus—ada yang bertahan, ada penambahan. Semua ini adalah bagian dari konsolidasi kita menghadapi pemilu, pilpres, hingga pilkada mendatang,” ujar Huda.
Ia menegaskan bahwa pasca Muswil, rangkaian konsolidasi akan terus berlanjut hingga ke tingkat cabang dan anak cabang (Muscap dan Musancab). Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh struktur PKB siap bekerja maksimal dan hadir di tengah masyarakat.
Terkait penetapan kepengurusan baru untuk periode 2026–2031, Huda menjelaskan bahwa mekanisme Muswil merujuk pada AD/ART hasil Muktamar Bali.
“Dalam Muswil ini DPW hanya mengajukan nama-nama. Keputusan final siapa saja yang ditetapkan sebagai pengurus sepenuhnya menjadi kewenangan DPP,” jelasnya.
Meski belum merinci nama-nama yang diusulkan, Huda menyebut salah satu figur yang masuk dalam usulan adalah Zainal, Ketua DPW PKB Bengkulu saat ini. Penilaian terhadap para calon pengurus akan mengacu pada kinerja dan kontribusi mereka selama memimpin struktur PKB di wilayah.
Huda juga menyampaikan pesan khusus dari Ketua Umum Muhaimin Iskandar tentang pentingnya menjalankan “politik kehadiran”. Ia menekankan bahwa PKB harus benar-benar hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan atau pendampingan.
“Pesan Ketum Gus Muhaimin jelas: di manapun masyarakat membutuhkan kita, PKB harus hadir. Politik itu bukan hanya soal jabatan, tetapi soal pelayanan,” tegasnya.
Muswil ke-6 PKB Bengkulu dihadiri jajaran pengurus DPW, DPC, badan otonom, serta para kader dari berbagai daerah. Suasana musyawarah berlangsung dinamis namun tetap tertib, mencerminkan semangat baru yang ingin dibangun PKB Bengkulu dalam menata kekuatan menjelang kontestasi politik 2029.
Dengan Muswil ini, PKB Bengkulu bersiap memasuki fase baru penataan struktur. Konsolidasi yang rapi dan solid diharapkan dapat menjadi pondasi kuat bagi partai untuk semakin dekat dengan masyarakat dan memperkuat kemenangan pada berbagai momentum politik mendatang.







