5 Calon Manajer KDMP Meninggal Saat Latsarmil, PKS Sampaikan Duka dan Desak Evaluasi Total

Al Muzammil Yusuf - Presiden PKS

Jakarta, GK – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Al Muzzammil Yusuf, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya lima calon Manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang meninggal dunia saat mengikuti kegiatan Latihan Dasar Militer (Latsarmil).

Melalui pernyataan resminya, Al Muzzammil mengucapkan belasungkawa kepada keluarga para korban sekaligus mendoakan agar seluruh almarhum dan almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Bacaan Lainnya

Lima peserta yang meninggal dunia tersebut adalah Nola Dya Sari, Yonanda Muhammad Taufiq, Anisa Muyassaroh, Novia Rahmadhani Sihotang, dan Muhammad Rifki Renaldi Gunawan.

“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Atas nama pribadi dan Partai Keadilan Sejahtera, saya menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya lima orang calon manajer Koperasi Desa Merah Putih saat mengikuti kegiatan Latsarmil,” ujar Al Muzzammil dalam keterangannya.

Menurutnya, peristiwa tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan program. Ia menilai insiden tersebut tidak boleh dipandang sebagai musibah semata, tetapi juga harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan pelatihan.

PKS mendesak penyelenggara bersama instansi terkait agar segera melakukan evaluasi total terhadap metode dan mekanisme pelaksanaan Latsarmil guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

Al Muzzammil menegaskan bahwa pelatihan bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih seharusnya berorientasi pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, kepemimpinan, serta kemampuan manajerial dalam mengelola koperasi secara profesional. Oleh karena itu, aspek keselamatan dan kesehatan peserta harus menjadi prioritas utama selama pelaksanaan pelatihan.

“Metode pelatihan harus dievaluasi secara ketat dan disesuaikan dengan tujuan utama pelaksanaan, di mana fokus latihan dasar seharusnya berorientasi pada peningkatan kapasitas, kepemimpinan, dan fungsi manajerial mereka dalam mengelola Koperasi Desa Merah Putih secara profesional, tanpa mengabaikan aspek keselamatan fisik peserta,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Al Muzzammil turut mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut.

“Semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik di sisi-Nya untuk semua yang berpulang ke rahmatullah, serta memberikan ketabahan, kesabaran, dan kekuatan yang mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan dalam menghadapi ujian yang berat. Aamiin ya Rabbal ‘Alamiin,” tutupnya.

Hingga kini, penyebab meninggalnya kelima peserta masih menjadi perhatian publik. Berbagai pihak mendorong agar proses evaluasi dan investigasi dilakukan secara terbuka sehingga penyelenggaraan pelatihan bagi calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih ke depan dapat berlangsung lebih aman, profesional, dan mengutamakan keselamatan peserta.(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *