Bengkulu, GK– Anggota DPRD Kota Bengkulu dari Fraksi Partai Perindo, Edi Hariyanto, angkat bicara terkait maraknya keributan antara pengunjung dan oknum pedagang di kawasan wisata Pantai Panjang, Kota Bengkulu, yang belakangan viral di media sosial.
Edi Hariyanto yang juga merupakan anggota Komisi II DPRD Kota Bengkulu, mitra kerja Dinas Pariwisata, menilai kejadian tersebut harus menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bengkulu agar tidak terulang kembali dan tidak merusak citra pariwisata daerah.
“Saya sangat menyayangkan kejadian ini. Pantai Panjang adalah ikon wisata Kota Bengkulu. Konflik antara pedagang dan pengunjung, apalagi sampai viral, jelas berdampak buruk terhadap kepercayaan wisatawan,” ujar Edi, Selasa (23/12).
Menurutnya, salah satu akar persoalan adalah ketidakjelasan standar tarif serta lemahnya pengawasan di lapangan. Karena itu, ia memastikan Komisi II DPRD Kota Bengkulu akan memanggil Dinas Pariwisata bersama OPD terkait guna mendorong penataan ulang kawasan wisata, khususnya dalam pengelolaan pedagang.
“Harga sewa pondok, makanan, dan jasa lainnya seperti tempat bilas dan parkir harus transparan dan dipasang secara tertulis. Jangan sampai pengunjung merasa dirugikan atau dipaksa,” tegasnya.
Selain penataan fisik dan regulasi, Edi juga menekankan pentingnya pembinaan dan edukasi berkelanjutan kepada para pedagang, terutama terkait etika pelayanan wisata.
“Pedagang adalah wajah pariwisata kita. Sikap ramah, santun, dan humanis harus menjadi budaya. Ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga kenyamanan dan keamanan wisatawan,” tambahnya.
Ia juga mendorong Pemerintah Kota Bengkulu untuk menyediakan fasilitas umum gratis atau berbiaya terjangkau, seperti gazebo dan tempat duduk, tempat bilas, serta WC umum, agar pengunjung memiliki alternatif dan tidak bergantung pada jasa tertentu.
Terkait pengawasan, Edi meminta agar petugas pariwisata dan Satpol PP lebih aktif melakukan pemantauan di kawasan Pantai Panjang, sehingga potensi konflik dapat dicegah sejak dini dan tidak menunggu hingga viral di media sosial.
“Komisi II DPRD Kota Bengkulu siap mendukung kebijakan penataan kawasan wisata Pantai Panjang secara berkelanjutan. Kita ingin pariwisata maju, pedagang terlindungi, dan wisatawan merasa aman serta nyaman,” tutup Edi Hariyanto.(Rls)







