LEBONG, GK – Suasana haru masih menyelimuti kediaman almarhum H. Syahili di Desa Suka Datang, Kabupaten Lebong, saat digelar takziah malam kedua, Jumat (26/6). Almarhum merupakan tokoh presidium pemekaran Kabupaten Lebong sekaligus ayahanda mantan Gubernur Bengkulu, Rosjonsyah Syahili.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi Bengkulu sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian almarhum bagi daerah.
Mewakili Gubernur Bengkulu, Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, hadir didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) seperti ketua Baznas, kepala Dinas LHK, Kepala BKD, Kepala dinas kesehatan, Bupati dan Wakil Bupati Lebong, serta sejumlah anggota DPRD. Kehadiran para pejabat tersebut menjadi wujud belasungkawa sekaligus dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan.
Dalam sambutannya, Herwan Antoni mengenang sosok H. Syahili sebagai salah satu tokoh yang memiliki peran besar dalam perjuangan pembentukan Kabupaten Lebong sebagai daerah otonom baru. Menurutnya, dedikasi almarhum patut menjadi teladan bagi generasi penerus.
“Beliau adalah tokoh yang berjuang bagaimana Kabupaten Lebong menjadi daerah pemekaran. Kami tahu bagaimana kiprah orang tua kami ini memperjuangkan daerah otonom baru. Beliau berjuang dengan tenaga, pikiran, dan harta benda,” ujar Herwan Antoni.
Ia menambahkan, jasa-jasa almarhum akan selalu dikenang sebagai bagian penting dari sejarah Kabupaten Lebong. Pemerintah Provinsi Bengkulu juga mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
Mewakili keluarga, Rosjonsyah Syahili menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu, Pemerintah Kabupaten Lebong, serta seluruh masyarakat yang telah hadir memberikan doa dan dukungan.
“Kami sedang berduka dan berterima kasih kepada pemerintah atas perhatian serta doa-doanya kepada almarhum ayahanda kami. Kehadiran seluruh tamu memberikan kekuatan bagi keluarga kami,” ungkap Rosjonsyah.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ustaz Ahmad Farhan mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan kematian sebagai pengingat agar senantiasa meningkatkan amal ibadah dan mempersiapkan bekal kehidupan akhirat.
“Apapun nikmat dan titipan yang diambil, ucapkan Alhamdulillah. Orang yang cerdas adalah orang yang mengingat kematian, karena dia selalu berpikir bagaimana meninggal dalam keadaan yang baik. Dunia ini sementara, tempat meninggal, bukan tempat kita tinggal,” tutur Ahmad Farhan.
Takziah malam kedua ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk almarhum H. Syahili. Suasana penuh khidmat dan kekeluargaan mewarnai kegiatan tersebut, sekaligus menjadi bentuk penghormatan atas perjuangan almarhum yang telah memberikan kontribusi besar bagi lahir dan berkembangnya Kabupaten Lebong.(Red)







