Kota Bengkulu, GK – Ketua Komisi II DPRD Kota Bengkulu, Rodi, S.Kom., M.M., menyerap berbagai aspirasi masyarakat dalam kegiatan reses masa sidang ke-III Tahun 2025 yang digelar Senin (8/12) di kediamannya. Dalam pertemuan tersebut, warga kembali menyampaikan keluhan seputar infrastruktur dan persoalan nelayan.
“Banyak masukan dari masyarakat, terutama soal lampu jalan, kondisi jalan, dan siring,” ujar Rodi.
Ia menjelaskan bahwa pada reses kali ini pihaknya mengundang Dinas Perkim dan Dinas Perhubungan, namun tidak menghadirkan Dinas PUPR.
Menurutnya, keputusan itu diambil karena dalam dua reses terakhir, aspirasi masyarakat yang berkaitan dengan PUPR belum ada satu pun yang diakomodir.
“Dua kali kita reses, aspirasi masyarakat satu pun belum ditindaklanjuti. Jadi percuma kalau kita undang lagi,” tegasnya.
Selain infrastruktur, para nelayan juga menyampaikan persoalan bantuan sektor perikanan. Rodi menyebut bahwa sebelumnya ia telah berkomunikasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) untuk mendorong penganggaran bantuan bagi nelayan.
Salah satu keluhan utama nelayan adalah perubahan data pada Kartu Tanda Anggota (KTA) mereka, meskipun menggunakan NIK yang sama.
“KTA-nya kok berubah-ubah, tapi NIK-nya sama. Soal teknis itu kita tidak tahu, karena itu kembali ke DKP. Bisa jadi karena verifikasi, tapi itu baliknya ke sistem DKP,” jelas Rodi.
Ia berharap DKP dapat memberikan penjelasan dan memastikan sistem pendataan nelayan berjalan transparan dan tidak merugikan masyarakat.(Red)







