Bengkulu, – Anggota DPRD Provinsi Bengkulu dari Fraksi PAN dapil Kota Bengkulu, Dwi Ratnawati, S.P, resmi menutup rangkaian Reses Masa Sidang III Tahun 2025 pada Jumat sore (5/12).
Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, 1–5 Desember, ini digelar di halaman Sekolah Yayasan Semarak Bengkulu dan dihadiri ratusan warga dari berbagai lapisan masyarakat.
Salah satu topik yang menjadi sorotan warga adalah peningkatan pelayanan kesehatan, terutama BPJS Kesehatan. Dalam sesi dialog, warga menyampaikan bahwa respons BPJS terhadap kebutuhan masyarakat kini semakin cepat dan lebih mudah diakses.
Dwi mengamini pandangan tersebut.
“Alhamdulillah, respon BPJS sekarang semakin cepat. Saya pribadi melihat tidak ada masalah berarti. Apalagi dengan tambahan anggaran Rp44 miliar di APBD, pelayanan BPJS untuk rakyat akan semakin kuat dan menjangkau lebih banyak masyarakat,” ujar Dwi.
Menurutnya, kebijakan pemerintah provinsi yang menambah alokasi anggaran kesehatan merupakan bentuk nyata keberpihakan kepada rakyat kecil. Dengan ketersediaan anggaran yang lebih besar, bantuan bagi peserta BPJS kelas bawah bisa diperluas.
Selain kesehatan, aspirasi warga juga berfokus pada perbaikan jalan dan Saluran drainase, yang selama ini menjadi kebutuhan vital di lingkungan perkotaan. Dwi menjelaskan bahwa pemerintah telah memiliki mekanisme berjenjang melalui Musrenbang, sehingga usulan warga yang disampaikan di tingkat RT maupun kelurahan akan masuk dalam perencanaan pembangunan kota.
“Banyak yang menyampaikan soal jalan dan saluran drainase. Semua usulan seperti ini bisa diperjuangkan melalui Musrenbang. RT dan lurah bisa mengusulkan, lalu diteruskan hingga tingkat kota,” terangnya.
Di sisi lain, program bank sampah yang mulai kembali digiatkan Pemerintah Kota Bengkulu juga mendapat respons positif dari masyarakat. Warga menilai program tersebut bukan hanya membantu menjaga kebersihan, tetapi juga membuka peluang ekonomi tambahan.
Ketika ditanya soal dukungannya terhadap program Wali Kota, Dwi menyampaikan sikap tegas.
“Mendukung, sangat mendukung. Ini program baik untuk kebersihan dan kenyamanan lingkungan. Lingkungan yang bersih itu menyehatkan dan membawa ketenangan bagi kita semua,” kata Dwi.
Ia berharap program bank sampah dapat berjalan konsisten dan melibatkan warga secara langsung, agar kesadaran pengelolaan sampah semakin tumbuh dan memberikan dampak ekonomi yang konkret.
Di penghujung kegiatan, Dwi Ratnawati menegaskan komitmennya untuk membawa seluruh aspirasi yang dihimpun selama reses ke meja pembahasan DPRD. Menurutnya, setiap suara masyarakat merupakan bahan penting untuk memperkuat kebijakan pembangunan daerah.
Dengan ditutupnya rangkaian reses ini, Dwi menegaskan bahwa dirinya akan terus hadir mendengarkan serta memperjuangkan kebutuhan masyarakat Kota Bengkulu, terutama dalam bidang kesehatan, infrastruktur, dan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.(Red)






