Kota Bengkulu, GK – Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menunjukkan kepeduliannya kepada warga dengan rutin menghadiri acara takziah, khususnya malam ketiga setelah warga meninggal dunia. Kehadiran tersebut menjadi bentuk empati sekaligus upaya Dedy menguatkan keluarga yang sedang berduka.
Pada Minggu malam (30/8/2026), Dedy menghadiri takziah malam ketiga di rumah almarhumah Emmy Harti Oemar binti Oemar Hamzah di Jalan Vand Iskandar Baksir, RT 3, RW 1, Kelurahan Jitra.
Almarhumah Emmy Harti Oemar meninggal dunia tiga hari sebelumnya dalam usia 82 tahun. Semasa hidup, almarhumah merupakan pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Sosial Provinsi Bengkulu.
Kehadiran Dedy di rumah duka turut didampingi sejumlah pejabat Pemerintah Kota Bengkulu. Di antaranya Pj Sekda Kota Bengkulu Medy Pebriansyah, Asisten I Alex Periansyah, Staf Ahli Wali Kota Eddy Aprianto, Kepala Dinas Kominfo Nurlia Dewi, serta jajaran terkait.
Turut hadir Kepala Dinas Sosial Provinsi Bengkulu, Camat Teluk Segara, Lurah Jitra, Ketua RT dan RW, Linmas, Prabawa, LPM, ketua adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta warga sekitar.
Dalam sambutannya, Dedy mengatakan kehadirannya bukan sekadar mengikuti prosesi takziah, tetapi juga untuk memberikan penghiburan dan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan, terutama anak-anak almarhumah.
“Kami hadir ini untuk menghibur. Di tinggal Ibunda tercinta itu sangatlah sedih, saya bisa merasakan karena saya juga telah ditinggal ibunda,” ujar Dedy.
Menurut Dedy, kehilangan orang tua merupakan duka yang tidak mudah untuk dilewati. Karena itu, kehadiran pemerintah di tengah keluarga yang sedang berduka diharapkan dapat memberikan sedikit kekuatan dan menunjukkan bahwa mereka tidak menghadapi masa sulit tersebut sendirian.
Selain memberikan dukungan kepada keluarga, kehadiran Pemerintah Kota Bengkulu dalam takziah malam ketiga juga menjadi momentum untuk menyerahkan program Four in One.
Program tersebut berupa penyerahan sejumlah dokumen penting kepada keluarga yang ditinggalkan, yakni akta kematian, KTP, Kartu Keluarga (KK), serta buku tabungan Taspen.
Program ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Bengkulu memberikan pelayanan administrasi secara langsung kepada masyarakat, khususnya keluarga yang baru kehilangan anggota keluarganya.
Melalui pelayanan tersebut, keluarga tidak perlu mengurus sejumlah dokumen secara terpisah karena pemerintah menghadirkannya dalam satu rangkaian pelayanan.
Kehadiran Dedy dalam takziah warga pun menjadi salah satu bentuk pendekatan pemerintah yang tidak hanya berorientasi pada pelayanan administrasi, tetapi juga membangun kedekatan emosional dengan masyarakat di tengah situasi duka.(Red)






