RAIH KEMENANGAN ITU BY DESIGN

Oleh : Nindyo Kusmanto

 

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ حَرِّضِ الْمُؤْمِنِينَ عَلَى الْقِتَالِ ۚ إِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ عِشْرُونَ صَابِرُونَ يَغْلِبُوا مِائَتَيْنِ ۚ وَإِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ مِائَةٌ يَغْلِبُوا أَلْفًا مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَفْقَهُونَ

Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti. (QS.8 : 65).

Konteks beperang itu tidak selalu sama. Bentuk dan caranya ditingkat lapangan. Tidak selalu sama disetiap waktu dan tempat.

Dan harus disesuaikan dengan keadaan dan kondisi wilayah tertentu. Misalnya kita ambil contoh kasus peperangan di Palestina khususnya diwilayah GAZA. Ijtihad para Ulama’ dan para Mujahidin, serta kesiapan mental warga Palestina. Bahwa melihat kondisi dari awal ketika mereka (Palestina) dijajah Zionis Israel Laknatullahi alaihim sejak tahun 1948 hingga detik ini, Dengan penyelesaian menggunakan mediasi lobi-lobi secara damai sama sekali tidak membawa perubahan dan kebaikan apapun bagi warga Palestina.

Kondisi mereka hingga detik ini semakin mengenaskan. Pilihan mengahadapi penjajah Zionis Israel Laknatullahi alaihim dengan menggunakan persenjataan adalah pilihan kondisional yang tepat untuk saat ini. Sebagaimana perang saat ini sedang berlangsung.

Banyak Hikmah yang bisa diambil dari kasus peperangan menggunakan senjata di Palestina ini. Baik itu dari sudut persiapan dari kalangan Gerakan Pembebasan Palestina (HAMAS), maupun dari sudut propaganda yang dilakukan oleh Zionis Israel Laknatullahi alaihim. Bahwa Zionis Israel sebagaimana yang dicitrakan selama ini mereka adalah yang memiliki kualitas para tentaranya yang sangat profesional dan didukung oleh Alutsista perang yang sangat canggih. Ternyata kualitas mereka tidaklah lebih kuat dari sarang laba-laba.

Beda Palestina, beda juga cara memenangkan peperangan dibeberapa wilayah lainnya. Sebagaimana di Turki, di Malaysia, bahkan di negeri kita sendiri.

Perang menggunakan senjata bukanlah pilihan yang tepat dan sama sekali tidak dibenarkan. Karena kondisi negeri kita tidaklah sama dengan keadaan di Palestina. Palestina negeri yang sedang dijajah oleh Zionis Israel Laknatullahi alaihim.

Sedangkan negeri kita tidak dalam situasi dijajah dengan menggunakan kekuatan senjata. Namun dijajah dengan kekuatan atau pengaruh ketergantungan yang sangat kepada negara asing. Baik itu secara ekonomi, politik, maupun kemandirian dalam hal pertahanan negara. Tentu yang paling dominan karena besarnya hutang kepada asing, sehingga mereka bisa mempengaruhi Kebijakan yang dibuat oleh negara pengutang.

Sebagaimana yang kita ketahui, banyak rancangan undang-undang dan bahkan sudah menjadi undang-undang, sangat menguntungkan fihak asing khususnya dalam hal ini negara yang memberikan hutangan.

Dipihak lain kita ketahui bahwa negeri ini sedang tidak baik-baik saja. Banyak hal yang harus dikoreksi dan diperbaiki. Dan dimulai darimana untuk memperbaiki itu semua ?

Satu-satunya pintu secara legal formal untuk terlibat dalam perbaikan negeri ini adalah menggunakan pintu Politik (Jihad Siyasi).

Demokrasi adalah jalan yang sudah disepakati bagi siapapun dinegeri ini yang bisa dan mau melakukan perbaikan kearah negeri yang lebih sejahtera dan berkeadilan.

Namun untuk berada pada posisi memenangkan dalam hal berkompetisi dengan kompetitor yang lain, dan agar bisa mencapai pusat-pusat kebijakan dan kekuasaan tersebut, harus benar-benar dilakukan secara matang, penuh dengan berbagai perhitungan, persiapan, perencanaan, serta tentu yang paling penting adalah pemahaman yang utuh bagi setiap anggota (kader) dakwah pada setiap level apapun.

Baik yang berada diposisi distruktur, pejabat publik, maupun pada level anggota biasa. Sehingga semua memiliki pemahaman dan semangat yang sama kenapa harus terlibat aktif dan memenangkan Jihad Siyasi ini.

Pemahaman yang utuh, serta diimbangi dengan semangat memenangkan dalam konteks Jihad Siyasi ini, tidak mungkin upaya itu hanya dilakukan sekali atau sekedar lewat saja. Semua harus dilakukan secara terencana, terstruktur dan terukur (By Design).

Firman Allah pada surat Al-Anfal ayat 56, sangat jelas bagaimana Allah memberikan pesan dan perintah kepada Nabi Muhammad Saw agar mengobarkan semangat para Mu’min untuk berperang.

Firman Allah tersebut bila kita maknai dalam konteks kekinian adalah bagaimana Allah Ta’Ala memerintahkan kepada setiap Pimpinan atau Ketua (Qiyadah) pada level apapun (Pemangku Kebijakkan) untuk senantiasa mengobarkan semangat memenangkan dalam Jihad Siyasi ini kepada seluruh Anggota (kader). Tentu ini dilakukan dengan penuh perencanaan yang matang, serta disesuaikan dengan tingkat pemahaman para Kader Dakwah.

Diharapkan dari pemahaman yang utuh dan semangat yang menggelora untuk memenangkan kompetisi Jihad Siyasi ini, para Kader Dakwah akan menyambut semua seruan dalam rangka memenangkan dengan penuh kesadaran, kegembiraan, rasa optimis, serta harapan akan mendapatkan ganjaran atau balasan pahala dari Allah Ta’Ala tidak hanya balasan didunia tapi juga berdampak pada kehidupan diakhirat.

Ketika diminta Kontribusinya untuk terlibat secara langsung, baik dari segi finansial, tenaga, pikiran (konsep), tidak akan ada rasa keberatan diantara mereka (kader). Karena sudah memiliki pemahaman kenapa harus terlibat aktif untuk memenangkan.

Tidak akan ada lagi pikiran, kenapa kita harus capek dan berlelah-lelah ria, toh kalau mereka jadi keadaan kitapun tidak akan berubah. Semua ini harus dimulai dari pemberian dasar Pemahaman yang utuh. Dan ini tugas para pimpinan atau ketua pada setiap level atau jenjang.

Para Kader Dakwah, akan memahami bahwa ini merupakan perwujudan dari Firman Allah Ta’Ala :

 

اِنْفِرُوْا خِفَافًا وَّثِقَالًا وَّجَاهِدُوْا بِاَمْوَالِكُمْ وَاَنْفُسِكُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Berangkatlah kamu (untuk berperang), baik dengan rasa ringan maupun dengan rasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (QS.9:41).

 

ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ فِى ٱلسَّرَّآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَٱلْكَٰظِمِينَ ٱلْ غَيْظَ وَٱلْعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِ ۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ

(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik dalam waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan kemarahannya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (QS.3 : 134).

 

 

لَّا يَسۡتَوِي ٱلۡقَٰعِدُونَ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ غَيۡرُ أُوْلِي ٱلضَّرَرِ وَٱلۡمُجَٰهِدُونَ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ بِأَمۡوَٰلِهِمۡ وَأَنفُسِهِمۡۚ فَضَّلَ ٱللَّهُ ٱلۡمُجَٰهِدِينَ بِأَمۡوَٰلِهِمۡ وَأَنفُسِهِمۡ عَلَى ٱلۡقَٰعِدِينَ دَرَجَةٗۚ وَكُلّٗا وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلۡحُسۡنَىٰۚ وَفَضَّلَ ٱللَّهُ ٱلۡمُجَٰهِدِينَ عَلَى ٱلۡقَٰعِدِينَ أَجۡرًا عَظِيمٗا

Tidaklah sama antara orang beriman yang duduk (yang tidak turut berperang) tanpa mempunyai uzur (halangan) dengan orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya. Allah melebihkan derajat orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk (tidak ikut berperang tanpa halangan). Kepada masing-masing, Allah menjanjikan (pahala) yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar.

(QS. An-Nisa’, Ayat 95).

Demikianlah jika beberapa dalil Al-Qur’an ini saja bisa dipahami dan diamalkan dengan baik oleh seluruh Kader Dakwah, cukup menjadi energi yang besar untuk menggerakkan mesin-mesin perang, dalam upaya meraih kemenangan Dakwah di 2024.

Semoga proses untuk mengobarkan semangat berperang (Jihad Siyasi) dikalangan seluruh Kader Dakwah secara Kolektif selalu dilakukan secara terus menerus atau berkesinambungan.

Hingga Perahu Dakwah (Hizb) dan para kadernya benar-benar sudah siap memantaskan dirinya dan memang layak untuk diberi Kemenangan di 2024 ini oleh Allah Ta’Ala. Aamiin Yaa Mujiibas Saa Iliin.

 

Barakallahu fiikum

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *