PKH Tak Kunjung Cair, Janda Tua di Kota Bengkulu Keliling Cari Solusi

Kota Bengkulu, GK – Seorang warga lanjut usia berinisial RLW (64), janda yang tinggal di Kelurahan Tanah Patah, harus berjuang sendiri mencari kejelasan atas bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) yang tak lagi ia terima sejak tahun 2025.

Padahal, ia tercatat sebagai penerima bantuan tersebut sejak 2012.

Kepada wartawan, RLW menuturkan bahwa sebelumnya ia rutin menerima bantuan PKH melalui kantor pos.

Namun, sejak sistem penyaluran dialihkan ke perbankan, bantuan tersebut tiba-tiba terhenti tanpa penjelasan yang jelas.

“Sejak 2025 dak dapek lagi. Dulu rutin lewat kantor pos, tapi pas pindah ke BRI malah dak nerimo lagi. Dak tau jugo kenapo diberhentikan,” ungkap RLW dengan nada sedih.

Upaya mencari kejelasan terus ia lakukan. Hingga akhirnya, ia bertemu dengan pendamping PKH yang baru. Dalam pertemuan tersebut, RLW dibantu mengecek statusnya dalam sistem, dan hasilnya menunjukkan bahwa ia masih tercatat sebagai penerima aktif bantuan PKH.

Pendamping PKH kemudian menyarankan RLW untuk mendatangi Bank BRI guna melakukan pencairan. Namun, harapan itu kembali pupus. Setibanya di bank, pihak BRI tidak dapat memproses pencairan dengan dalih RLW tidak memiliki buku tabungan.

“Katonyo dak ado buku merah tabungan, jadi dak bisa dicairkan,” ujarnya.

RLW juga telah melaporkan persoalan ini ke Dinas Sosial Kota Bengkulu. Namun, hingga kini ia belum mendapatkan solusi konkret. Ia hanya diminta untuk bersabar dan menunggu proses lebih lanjut.

Dalam keterangannya, RLW menyebut bahwa pihak terkait menjelaskan bantuan PKH sebenarnya telah didistribusikan melalui bank sejak Maret 2025. Namun karena tidak ada pemberitahuan yang ia terima, status bantuan tersebut dinyatakan tidak tersalurkan.

“Jadi PKH ibu ini sudah didistribusikan oleh bank sejak Maret, tapi karena tidak ada informasi, statusnya jadi tidak terdistribusi. Solusinya disuruh nunggu,” jelasnya menirukan petunjuk dari operator di dinas sosial.

Kondisi ini membuat RLW harus bolak-balik mendatangi berbagai pihak demi mendapatkan haknya. Di usia yang tidak lagi muda, ia berharap ada perhatian serius dari instansi terkait agar persoalan yang dialaminya segera menemukan titik terang.

Kasus ini juga dinilai berpotensi tidak hanya menimpa RLW seorang. Bisa jadi masih ada penerima lain yang mengalami kendala serupa. Karena itu, pihak berwenang diminta lebih peka dan proaktif dalam memastikan bantuan sosial benar-benar tersalurkan kepada masyarakat yang berhak, sejalan dengan komitmen bantu rakyat yang digaungkan Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *