LPK Takekka Siapkan Pendidikan Nol Rupiah Bagi Siswa Kurang Mampu

Pembina LPK Takekka, Sahudin Saat Menerima Calon Siswa.

Bengkulu, GK – Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Takekka Bengkulu, yang berlokasi di Jalan Kinibalu, Kebun Tebeng, kota Bengkulu, semakin menunjukkan eksistensinya dalam membantu masyarakat kurang mampu mendapatkan kesempatan kerja di luar negeri, khususnya di Jepang. Meski baru berdiri hampir dua tahun, lembaga ini sudah berhasil menarik minat masyarakat dan membina sebanyak 120 siswa aktif hingga saat ini.

LPK Takekka tidak hanya berfokus pada pelatihan bahasa dan keterampilan teknis untuk persiapan kerja ke Jepang, tetapi juga menawarkan skema pembiayaan pendidikan tanpa biaya di awal alias Pendidikan Nol Rupiah bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Hal ini menjadi solusi bagi anak-anak muda yang memiliki semangat tinggi untuk memperbaiki nasib namun terkendala biaya pendidikan.

Bacaan Lainnya

Pembina LPK Takekka, Sahudin,AK, M.Si, CA, CGAA saat ditemui pada Selasa siang (15/7), mengungkapkan bahwa pihaknya memang sejak awal memiliki visi untuk bantu masyarakat, terutama generasi muda dari kalangan ekonomi lemah. Menurutnya, Jepang adalah salah satu negara tujuan kerja yang sangat menjanjikan dengan gaji yang berkisar antara Rp15 juta hingga Rp30 juta per bulan.

“Alhamdulillah, LPK Takekka saat ini semakin dipercaya oleh masyarakat, khususnya anak-anak muda yang benar-benar memiliki keinginan kuat untuk bekerja di luar negeri. Kami membuka kesempatan ini untuk siapa saja, tanpa membedakan latar belakang ekonomi,” ujar Sahudin, yang juga kandidat doktor di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bengkulu.

Lebih lanjut, Sahudin menjelaskan bahwa LPK Takekka mengusung prinsip ekonomi kerakyatan dalam operasionalnya. Dengan konsep ‘pendidikan bayar setelah kerja’, LPK Takekka memberikan ruang kepada siswa tak mampu untuk tetap bisa mengikuti pelatihan seperti siswa lainnya. Biaya pendidikan nantinya dapat dicicil setelah siswa tersebut diterima bekerja di Jepang.

“Selagi anak itu memiliki tekad yang kuat, kami siap bantu. Kami sediakan skema pembiayaan Nol Rupiah sejak awal. Mereka tidak perlu membayar apapun untuk belajar di sini. Setelah mereka berhasil bekerja di Jepang, barulah mereka mulai mencicil biaya pendidikannya secara bertahap. Jadi, tidak ada alasan kemiskinan menjadi penghalang,” tambah Sahudin.

Sistem pelatihan di LPK Takekka mencakup penguasaan bahasa Jepang, keterampilan kerja, budaya kerja di Jepang, hingga pendampingan administratif selama proses perekrutan. Lembaga ini juga menjalin kerja sama resmi dengan beberapa perusahaan rekanan di Jepang untuk memastikan penyaluran tenaga kerja yang pasti dan legal.

Sahudin menegaskan bahwa misi besar LPK Takekka adalah memberdayakan masyarakat Bengkulu agar bisa bersaing di pasar kerja internasional. Dirinya berharap lembaga ini dapat menjadi jembatan penghubung bagi anak-anak muda yang ingin mengubah nasib dan meningkatkan taraf hidup keluarga mereka melalui jalur bekerja di luar negeri.

Ke depan, Sahudin dan tim LPK Takekka berkomitmen untuk memperluas jangkauan program ini hingga ke pelosok-pelosok daerah di Provinsi Bengkulu agar lebih banyak lagi pemuda dari kalangan tidak mampu yang bisa mendapatkan kesempatan yang sama.

“Harapan kami, tidak ada lagi generasi muda Bengkulu yang menyerah pada keadaan hanya karena keterbatasan biaya. Melalui LPK Takekka, kami ingin buktikan bahwa kesempatan bisa diciptakan,” tutupnya.

Dengan konsep pelatihan inklusif berbasis sosial ini, LPK Takekka Bengkulu diharapkan dapat terus tumbuh menjadi pionir dalam mencetak tenaga kerja profesional di kancah internasional, sekaligus mengangkat nama Bengkulu di dunia kerja global.(Nasti)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *