Korem 041/Gamas Gelar Simulasi Penanggulangan Bencana untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan Prajurit

Bengkulu, GK – Korem 041/Gamas menggelar Latihan Simulasi Penanggulangan Bencana Alam sebagai langkah antisipatif untuk meningkatkan kesiapsiagaan prajurit TNI AD dalam menghadapi potensi bencana, khususnya di wilayah Provinsi Bengkulu yang dikenal memiliki kerawanan cukup tinggi.

Latihan ini dilaksanakan serentak di seluruh Kodim jajaran dengan skenario yang disesuaikan karakteristik wilayah masing-masing. Untuk Kodim 0407/Kota Bengkulu, fokus latihan diarahkan pada penanganan bencana banjir dengan pusat posko di Lapangan Bola Kaki Pondok Pesantren Pancasila, Kamis (11/12/2025).

Bacaan Lainnya

Danrem 041/Gamas, Brigjen TNI Jatmiko Aryanto, S.E., M.Han, memimpin langsung jalannya simulasi. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk implementasi tugas TNI dalam membantu pemerintah daerah, terutama dalam kesiapsiagaan dan respons cepat menghadapi bencana alam.

“Latihan ini untuk memastikan seluruh personel dapat bergerak cepat, tepat, dan terkoordinasi saat situasi darurat. Bengkulu memiliki curah hujan tinggi dan potensi banjir kerap terjadi, sehingga kesiapan menjadi faktor yang sangat penting,” ujarnya.

Skenario latihan berjalan berjenjang, dimulai dari laporan terjadinya bencana yang diterima Danrem dari para Dandim jajaran. Untuk Kodim 0407/Kota Bengkulu, simulasi menetapkan lokasi bencana di kawasan Danau Dendam. Menindaklanjuti laporan tersebut, Danrem memerintahkan pendirian posko penanggulangan bencana yang mencakup tenda pengungsian, tenda kesehatan, tenda logistik, komunikasi, administrasi/hiling, serta dapur lapangan.

Selanjutnya, personel TNI dikerahkan lengkap dengan perlengkapan evakuasi untuk menjalankan tugas pencarian, penyelamatan, serta penanganan korban sesuai prosedur. Proses latihan berlangsung tertib dan berjalan sesuai standar operasional yang telah ditetapkan.

Usai pelaksanaan simulasi, Danrem 041/Gamas menggelar sesi evaluasi secara virtual bersama seluruh Dandim jajaran.

Evaluasi ini menjadi sarana penting untuk menilai efektivitas latihan sekaligus memperbaiki kekurangan demi meningkatkan kesiapan prajurit dalam menghadapi potensi bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi di wilayah Bengkulu.(Rls)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *