Lampung, GK – Pangdam XXI/Radin Inten, Kristomei Sianturi, menerima kunjungan kerja Danpusterad, Mochamad Syafei Kasno, di Lobby Makodam XXI/Radin Inten pada Kamis (23/04/2026).
Lawatan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan program pembinaan teritorial melalui pemanfaatan teknologi terapan di lingkungan Satuan Komando Kewilayahan (Satkowil).
Dalam kegiatan tersebut, Danpusterad melaksanakan sosialisasi penyusunan Data Teknologi Terapan sebagai salah satu instrumen pendukung tugas-tugas kewilayahan Tahun Anggaran 2026.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan pembinaan teritorial, khususnya dalam menghadapi tantangan dinamika sosial di wilayah.
Pangdam XXI/Radin Inten menyambut baik kunjungan tersebut dan menegaskan pentingnya adaptasi teknologi dalam mendukung tugas aparat teritorial.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi terapan tidak hanya menjadi kebutuhan, tetapi juga keharusan dalam meningkatkan kualitas kinerja satuan di lapangan.
“Teknologi terapan menjadi salah satu kunci dalam memperkuat peran Satkowil, baik dalam pemetaan wilayah, deteksi dini, maupun dalam mendukung program pembinaan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Danpusterad Letjen TNI Mochamad Syafei Kasno menjelaskan bahwa penyusunan data teknologi terapan bertujuan untuk memberikan panduan yang sistematis bagi satuan kewilayahan dalam mengimplementasikan berbagai inovasi berbasis teknologi.
Ia menekankan bahwa ke depan, Satkowil dituntut mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara optimal guna mendukung pelaksanaan tugas-tugas teritorial yang semakin kompleks.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat utama Kodam XXI/Radin Inten, di antaranya Irdam XXI/RI Brigjen TNI Enjang, Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Sumarlin Marjuki, serta Asrendam XXI/RI Kolonel Arh Aji Prasetyo bersama para asisten Kasdam XXI/RI.
Kunjungan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Diharapkan, melalui kegiatan ini, sinergi antara Pusterad dan Kodam XXI/Radin Inten semakin kuat, sekaligus mendorong peningkatan kesiapan satuan kewilayahan dalam mengadopsi teknologi terapan guna menunjang keberhasilan tugas pembinaan teritorial di masa mendatang.(Red)







