Oleh : Cahyadi Takariawan
Menjadi good father adalah sebuah proses berkelanjutan. Ada beberapa cara untuk bisa menjadi ayah yang baik bagi anak-anak, sebagai berikut:
1. Anda harus bersedia berkorban demi anak
Ada sangat banyak pengorbanan yang harus dilakukan ayah demi anak-anaknya. Ayah harus merelakan sebagian privasinya demi anak-anak.
Merelakan waktu, yang semestinya anda ingin istirahat di rumah setelah lelah bekerja seharian, namun karena anak-anak minta ditemani bermain, maka anda pun rela memberikan waktu tersebut untuk anak-anak.
2. Miliki waktu khusus bersama anak
Anak-anak sangat senang memiliki waktu bersama ayah, apalagi bagi tipe ayah super sibuk yang jarang memiliki waktu di rumah. Maka sesibuk apapun anda, luangkan waktu untuk secara khusus bisa bersama anak, apapun jenis kegiatannya.
Mungkin sarapan pagi atau makan malam, mungkin ibadah, menemani belajar ataupun rekreasi. Hal itu akan menjadi sesuatu yang sangat berkesan dalam kehidupan anak, dan akan memberi motivasi serta inspirasi bagi mereka.
3. Jadilah contoh teladan yang baik bagi anak
Semua yang anda lakukan adalah contoh teladan bagi anak. Ini bukan soal kata-kata nasihat yang rutin anda ucapkan di hadapan anak-anak, namun soal apa yang anda lakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Perbuatan nyata jauh lebih berkesan dan mengena dibanding bagusnya kata-kata. Maka hendaknya ayah selalu memikirkan semua tindakannya, apakah hal itu akan menjadi teladan dalam kebaikan atau keburukan bagi anak-anak.
4. Dengarkan anak anda
Anak memiliki kehendak dan pendapat, maka dengarkan apa yang menjadi kehendak, pendapat dan harapannya. Tidak patut bagi ayah untuk berlaku otoriter dan tidak mau mendengarkan pendapat anak. Semua diputuskan sendiri oleh ayah tanpa melibatkan anak dalam mengambil keputusan yang menyangkut diri anak.
Hal ini akan membuat anak tertekan dan tidak nyaman berada di rumah, juga tidak nyaman bersama sang ayah. Jadilah ayah yang mau mendengarkan keluhan, cerita, dan keinginan anak-anak.
5. Terbuka dengan anak-anak
Ayah harus memiliki sifat keterbukaan terhadap anak-anak. Misalnya terbuka untuk kritik dan masukan. Jangan sampai ayah menjadi pihak yang tidak bisa dikritik dan diberi masukan oleh anak-anak.
Jadilah ayah yang bersedia menerima masukan dan kritikan dari anak-anak. Demikian juga, ayah harus memiliki jiwa terbuka yang membuat anak-anak merasa nyaman berada bersama dengannya. Ayah yang tertutup, akan membuat suasana tidak nyaman bagi anak-anak untuk berdekatan dengannya.
6. Bantu anak dalam mengambil keputusan
Kadang anak berada dalam kebingungan saat menghadapi suatu masalah atau ketika harus menentukan pilihan. Ayah yang baik bisa membantu anak dalam menyelesaikan permasalahan yang mereka hadapi, dan juga dalam mengambil keputusan penting dalam kehidupan mereka.
Berikan argumen, penjelasan, alasan yang rasional dan memudahkan anak dalam mengambil keputusan atas urusan yang menyangkut masa depannya.
7. Disiplinkan anak anda
Sejak kecil, anak-anak harus dibiasakan dengan berbagai aktivitas kehidupan sehari-hari yang akan bermanfaat bagi kehidupan mereka saat dewasa nantinya. Pemberian tanggung jawab kepada anak-anak untuk membersihkan kamar tidur, kamar mandi, merapikan tempat belajar, mencuci baju mereka sendiri, dan lain sebagainya, akan membuat mereka menjadi trampil mengerjakan kegiatan kerumahtanggaan.
Tanggung jawab yang diberikan kepada anak harus proporsional sesuai usia dan kemampuan mereka, namun harus dilakukan dengan kedisplinan. Ayah harus mendidik sikap disiplin dalam hidup anak sejak masih kecil.
8. Ajak anak merancang masa depannya
Ayah harus terbiasa mengobrol dan berdiskusi dengan anak mengenai rancangan masa depan mereka. Sesuai dengan perkembangan usia anak, mereka bisa mengalami perkembangan dalam cita-cita dan gambaran masa depan yang akan mereka lalui.
Untuk itu, ayah harus mengajak anak-anak merancang masa depan mereka, agar anak-anak memiliki gambaran utuh tentang kehidupan yang akan mereka lalui di masa yang akan datang.
9. Tunjukkan cinta anda kepada anak
Ayah harus menunjukkan cintanya kepada anak-anak dengan kata-kata maupun tindakan nyata. Ungkapan kata-kata akan memberikan penguatan dalam diri anak bahwa mereka dicintai dan diterima.
Perbuatan nyata perlu dilakukan oleh ayah untuk menunjukkan cinta kepada anak, dengan pengertian, pengawasan, perlindungan maupun pengarahan. Dengan demikian anak-anak mengerti dan merasakan cinta ayah terhadap diri mereka yang membuat mereka merasa tenang dan nyaman.







