Ini Harapan Pengamen Inginkan Rohidin Lagi

Di suatu sudut warung sederhana yang menjual teh telur, Mas Agus Kz Abidin II, di Kota Bengkulu, Jumat (27/9) malam, seorang pengamen asal Desa Srikaton, Bengkulu Tengah, bertemu dengan calon Gubernur petahana, Rohidin Mersyah. Pria itu adalah Pak Tito, pengamen yang namanya tengah viral di media sosial berkat lagu ciptaannya, “Romer,” yang didedikasikan untuk pasangan calon gubernur nomor urut dua, Rohidin-Meriani.

Cerita terciptanya lagu “Romer” bermula dari hal yang tak terduga—sebuah baliho di desanya.

“Saya lihat baliho di rumah David, salah satu tim pemenangan Pak Rohidin, lalu saya mulai nyanyi-nyanyi saja sambil berjalan. Coba-coba bikin lirik, akhirnya jadilah lagu itu,” ungkap Pak Tito dengan senyum kecil.

Lagu sederhana itu ternyata mendapat perhatian besar dari masyarakat, terutama di dunia maya.

Pak Tito bukan sekadar pengamen biasa. Di balik profesinya, ia juga pedagang kantin di salah satu SD di Desa Srikaton. Berbekal gitar tua, ia telah mengamen selama hampir 40 tahun, menghibur warga desa dari satu sudut ke sudut lainnya.

Selain “Romer,” Pak Tito juga sempat viral dengan lagu-lagu lain yang terinspirasi oleh peristiwa besar, seperti pandemi Covid-19 dan Pilpres Prabowo pada 14 Februari lalu.

“Kalau ada sesuatu yang baru, biasanya jadi inspirasi buat saya. Seperti Pilpres kemarin, saya buat lagu untuk Prabowo, dan waktu Covid-19 juga ada lagu saya tentang Corona,” tambahnya.

Di tengah perbincangan, Pak Tito juga menyampaikan harapannya yang tulus untuk pasangan Rohidin-Meriani. Ia berharap jika Rohidin terpilih kembali, Bengkulu bisa semakin maju dan mengejar ketertinggalan dari provinsi lain.

“Semoga kalau dia terpilih lagi, Bengkulu bisa lebih maju. Kita sudah jauh tertinggal, dan saya harap program yang sudah direncanakan bisa diteruskan,” ujarnya penuh harap.

Malam itu bukan sekadar pertemuan biasa. Bagi Pak Tito, ini adalah momen untuk berbagi semangat, harapan, dan kreativitas melalui lagu yang lahir dari pengamatan sederhana di desa kecil. Di balik suara gitarnya, ada keyakinan bahwa setiap karya memiliki kekuatan untuk menginspirasi banyak orang, bahkan dari tempat yang paling sederhana sekalipun.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *