Bengkulu, GK – Pemerintah Provinsi Bengkulu terus mendorong pembenahan tata kelola Masjid Raya Baitul Izzah agar semakin profesional, tertata, dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat serta jamaah.
Komitmen tersebut dibahas dalam rapat pengelolaan Masjid Raya Baitul Izzah dan Yayasan Baitul Izzah Provinsi Bengkulu yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, Selasa (3/11).
Rapat berlangsung di Ruang VIP Masjid Raya Baitul Izzah Provinsi Bengkulu dan dihadiri Asisten I Setda Provinsi Bengkulu Khairil Anwar, Plt. Inspektur Inspektorat Provinsi Bengkulu R.A. Denni, Kepala BKKAD Provinsi Bengkulu Tommy Irawan, Kepala Biro Pemkesra Dadi Hartono, Kepala Biro Hukum Nayu Aldila Putri, perwakilan Kementerian Agama, serta Ketua Pengurus Masjid Baitul Izzah, Prof. Herry Noer Ali.
Dalam arahannya, Herwan Antoni menegaskan bahwa evaluasi dan pembenahan pengelolaan masjid perlu dilakukan secara menyeluruh, baik dari aspek operasional, sumber daya manusia (SDM), maupun kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, berbagai kekurangan yang ditemukan selama pelaksanaan pengelolaan sepanjang 2026 harus menjadi bahan evaluasi agar dapat diperbaiki dan menghasilkan tata kelola yang lebih baik pada 2027.
“Apabila masih terdapat kekurangan dalam operasional maupun pelayanan yang diberikan Masjid Raya Baitul Izzah kepada masyarakat Provinsi Bengkulu, tentu akan segera kita evaluasi. Apa yang masih kurang sepanjang tahun 2026 ini akan kita perbaiki sehingga pada tahun 2027 pengelolaannya bisa menjadi lebih baik,” ujar Herwan.
Sebagai bagian dari upaya pembenahan, Pemerintah Provinsi Bengkulu juga akan mengkaji penerapan sistem outsourcing bagi tenaga kerja atau staf yang bertugas di lingkungan Masjid Raya Baitul Izzah.
Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas SDM, memenuhi kebutuhan operasional, serta memastikan seluruh pelayanan kepada jamaah dan masyarakat berjalan lebih optimal.
“Pembenahan ini kita lakukan agar Masjid Raya Baitul Izzah tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga mampu memberikan pelayanan yang baik, nyaman, dan optimal bagi seluruh masyarakat,” tambahnya.
Melalui evaluasi dan pembenahan tersebut, Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap pengelolaan Masjid Raya Baitul Izzah beserta yayasannya semakin transparan, profesional, dan akuntabel.
Dengan demikian, masjid kebanggaan masyarakat Bengkulu ini diharapkan semakin nyaman bagi jamaah serta mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat.(Red)





