Berbaur dengan Ribuan Jemaah, Legislator Andi Saputra Ikuti Kajian Parenting UAS di Bengkulu

BENGKULU, GK – Kehadiran pendakwah kondang nasional, Ustaz Abdul Somad (UAS), di Kota Bengkulu menjadi magnet bagi ribuan masyarakat. Antusiasme tersebut terlihat dalam kajian parenting bertema “Menjadi Orang Tua yang Baik Meski Tak Sempurna” yang digelar di Lapangan Minisoccer Al Fida, Kota Bengkulu.

Di antara ribuan jemaah yang hadir, tampak Anggota DPRD Kota Bengkulu dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ustaz Andi Saputra. Ia berbaur bersama masyarakat untuk mengikuti kajian yang mengangkat pentingnya pendidikan keluarga dan pola pengasuhan anak berdasarkan nilai-nilai Islam.

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut menghadirkan Prof. H. Abdul Somad Batubara, Lc., D.E.S.A., Ph.D. (UAS) sebagai pemateri utama. Kehadiran ribuan warga, khususnya para orang tua, mencerminkan tingginya perhatian masyarakat terhadap pendidikan keluarga dan tantangan pengasuhan anak di tengah perkembangan zaman.

Andi Saputra mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kajian parenting menjadi ruang penting bagi orang tua untuk memperkuat pemahaman tentang tanggung jawab mendidik dan membesarkan anak.

Ia menilai, menjadi orang tua yang baik bukan berarti harus selalu sempurna. Hal terpenting adalah kesediaan untuk terus belajar, memperbaiki diri, serta menghadirkan pendidikan yang berlandaskan keimanan dan kasih sayang.

“Kesempurnaan hanya milik Allah, namun ikhtiar terbaik kita dalam mendidik anak-anak hari ini adalah investasi terbesar untuk masa depan umat dan bangsa,” ujar Ustadz Andi Saputra di sela-sela acara.

Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak. Karena itu, orang tua memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, akhlak, serta fondasi keimanan generasi penerus.

Melalui kajian tersebut, diharapkan para orang tua di Kota Bengkulu semakin mendapatkan inspirasi dan penguatan dalam menjalankan tanggung jawab pengasuhan di lingkungan keluarga.

Lebih dari sekadar kegiatan keagamaan, kajian ini menjadi momentum untuk mengingatkan bahwa membangun generasi berkualitas harus dimulai dari keluarga, melalui keteladanan, pendidikan, dan kasih sayang orang tua.(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *