BENGKULU, GK – Riuh aktivitas mahasiswa, dosen, dan pengunjung di kawasan Rektorat Universitas Bengkulu (Unib) selama Gebyar Semarak Merah Putih bukan sekadar menghadirkan kemeriahan acara. Di balik keramaian tersebut, ada denyut ekonomi rakyat yang bergerak. Lapak-lapak UMKM dipadati pembeli, transaksi berlangsung, dan para pedagang merasakan langsung dampak positif dari kegiatan tersebut.
Bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), keramaian menjadi peluang ekonomi yang tidak datang setiap hari. Momentum Semarak Merah Putih yang digelar Pemerintah Provinsi Bengkulu ini bahkan memberikan keuntungan berlipat bagi sejumlah pedagang yang ambil bagian.
Salah satunya dirasakan Wakul Ledy. Pelaku UMKM ini mengaku omzet penjualannya meningkat berkali-kali lipat selama mengikuti bazar Semarak Merah Putih di lingkungan Universitas Bengkulu.
Menurut Ledy, lokasi bazar yang strategis serta dukungan mahasiswa dan dosen menjadi faktor penting yang mendorong tingginya transaksi selama kegiatan berlangsung.
“Alhamdulillah, omzet kami berkali-kali lipat, mahasiswa dan dosen kompak mensukseskan program semarak merah putih dari pak gubernur. Terimakasih ya,” ujar Ledy.
Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan bazar bukan hanya menjadi pelengkap agenda seremonial pemerintah. Jika dirancang dengan baik dan melibatkan pusat-pusat aktivitas masyarakat, kegiatan semacam ini dapat membuka akses pasar sekaligus meningkatkan pendapatan pelaku usaha kecil.
UMKM, Benteng Ekonomi Masyarakat
UMKM selama ini dikenal sebagai salah satu tulang punggung perekonomian nasional. Ketika pandemi COVID-19 mengguncang berbagai sektor usaha, banyak perusahaan besar menghadapi tekanan berat, sementara sektor UMKM tetap menjadi salah satu penopang aktivitas ekonomi masyarakat.
Karena itu, menghidupkan UMKM bukan sekadar mendorong masyarakat berjualan, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi dari tingkat paling bawah.
Dalam beberapa waktu terakhir, Pemerintah Provinsi Bengkulu di bawah kepemimpinan Gubernur Helmi Hasan terus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat melalui penyelenggaraan bazar dan berbagai kegiatan yang melibatkan pelaku UMKM.
Kegiatan tersebut digelar di berbagai lokasi, mulai dari pusat keramaian hingga lingkungan pendidikan, dengan pola penyelenggaraan yang berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya di wilayah Provinsi Bengkulu.
Pola ini memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Mereka tidak hanya bergantung pada pelanggan tetap, tetapi juga memperoleh akses pasar baru melalui keramaian kegiatan pemerintah dan masyarakat.
Bazar Bukan Sekadar Keramaian, tetapi Perputaran Uang
Ada nilai ekonomi yang lebih besar di balik penyelenggaraan bazar UMKM. Ketika pengunjung membeli makanan, minuman, maupun produk lokal, uang yang dibelanjakan langsung masuk ke kantong pelaku usaha kecil.
Perputaran transaksi tersebut turut menggerakkan rantai ekonomi lainnya, mulai dari pemasok bahan baku, pedagang pasar, tenaga produksi, hingga pekerja yang membantu operasional usaha.
Lingkungan kampus seperti Universitas Bengkulu menjadi salah satu lokasi potensial karena memiliki basis konsumen yang relatif besar. Mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan masyarakat sekitar dapat menjadi pasar bagi produk-produk UMKM.
Pengalaman Wakul Ledy menjadi gambaran bahwa ketika pemerintah mampu mempertemukan pelaku usaha dengan pasar yang tepat, kegiatan sederhana seperti bazar dapat memberikan dampak ekonomi langsung.
Tantangan berikutnya adalah bagaimana momentum tersebut tidak berhenti ketika acara selesai. Perlu kesinambungan program, perluasan akses pemasaran, peningkatan kualitas produk, serta dukungan promosi agar UMKM mampu mempertahankan pertumbuhan usahanya.
Sebab, keberhasilan pemberdayaan UMKM tidak hanya diukur dari ramainya bazar atau tingginya transaksi selama kegiatan berlangsung, tetapi juga dari kemampuan pelaku usaha meningkatkan pendapatan, memperluas pasar, dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.
Semarak Merah Putih pun menghadirkan pesan bahwa ketika ruang ekonomi dibuka dan masyarakat diberi kesempatan, UMKM bukan sekadar peserta kegiatan. Mereka adalah penggerak ekonomi rakyat yang mampu menciptakan nilai tambah dan menjaga perputaran ekonomi daerah.(Red)






