Oleh: Ustad Adi Sucipto, LC., M.M
Ketua PW IKADI Provinsi Bengkulu
GK, Bengkulu – Hari Raya Idul Adha merupakan momentum besar bagi umat Islam untuk meningkatkan ketakwaan, mempererat ukhuwah, serta meneladani ketaatan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Selain melaksanakan Shalat Id dan ibadah kurban, terdapat sejumlah amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan agar semakin menyempurnakan ibadah di hari raya.
Berikut beberapa amalan sunnah yang dianjurkan pada Hari Raya Idul Adha:
1. Mandi Sebelum Berangkat Shalat Id
Umat Islam dianjurkan mandi terlebih dahulu sebelum menuju pelaksanaan Shalat Idul Adha. Mandi sunnah ini menjadi bentuk persiapan lahiriah dalam menyambut hari raya, sekaligus menjaga kebersihan dan kesucian diri.
2. Berhias, Bersiwak, Memakai Wewangian dan Pakaian Terbaik
Pada hari raya, umat Islam dianjurkan tampil rapi dan bersih. Rasulullah SAW menganjurkan memakai pakaian terbaik yang dimiliki, menggunakan wewangian bagi laki-laki, serta membersihkan mulut dengan bersiwak. Hal ini merupakan bentuk syukur dan penghormatan terhadap syiar Islam.
3. Tidak Makan Sebelum Shalat Id
Berbeda dengan Idul Fitri yang dianjurkan makan sebelum shalat, pada Idul Adha disunnahkan untuk tidak makan terlebih dahulu hingga selesai melaksanakan Shalat Id. Setelah itu, dianjurkan makan dari daging hewan kurban jika memungkinkan.
4. Bertakbir Saat Menuju Tempat Shalat Id
Mengumandangkan takbir sejak malam Idul Adha hingga hari tasyrik merupakan syiar yang sangat dianjurkan. Saat menuju tempat shalat, umat Islam disunnahkan memperbanyak takbir, tahmid, dan tahlil sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT.
Lafaz takbir di antaranya:
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaaha illallah wallahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd.
5. Berjalan Kaki dan Melewati Jalan Berbeda Saat Pulang
Rasulullah SAW mencontohkan berjalan kaki menuju lokasi Shalat Id apabila memungkinkan. Selain itu, beliau juga melewati jalan yang berbeda saat berangkat dan pulang. Hikmahnya antara lain untuk memperluas syiar Islam dan mempererat silaturahmi dengan masyarakat.
6. Mendengarkan Khutbah Idul Adha
Setelah pelaksanaan Shalat Id, jamaah dianjurkan tetap berada di tempat untuk mendengarkan khutbah. Dalam khutbah biasanya disampaikan pesan-pesan ketakwaan, keikhlasan berkurban, kepedulian sosial, dan persatuan umat.
7. Saling Mengucapkan Tahniah atau Ucapan Selamat
Umat Islam juga dianjurkan saling mendoakan dan mengucapkan selamat hari raya. Ucapan yang populer di kalangan sahabat Nabi adalah:
“Taqabbalallahu minna wa minkum”
Artinya: “Semoga Allah menerima amal ibadah kami dan kalian.”
Ucapan ini menjadi sarana mempererat ukhuwah dan saling mendoakan dalam kebaikan.
Tambahan Sunnah: Menyembelih Hewan Kurban Setelah Shalat Id
Bagi yang mampu, ibadah kurban menjadi amalan utama pada Idul Adha. Penyembelihan hewan kurban dilakukan setelah pelaksanaan Shalat Id hingga hari tasyrik. Kurban mengandung makna ketakwaan, keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama.
Melalui pelaksanaan sunnah-sunnah tersebut, diharapkan Hari Raya Idul Adha tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga momentum meningkatkan kualitas ibadah, ketakwaan, dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.(Red)







