Bengkulu, GK – DPRD Provinsi Bengkulu melalui wakil ketua DPRD provinsi Bengkulu menyatakan dukungan terhadap wacana Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, yang berencana mengajukan pinjaman Rp2 triliun ke Bank BJB.
Wakil Ketua DPRD provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, menilai langkah tersebut rasional demi menjawab kebutuhan masyarakat yang menginginkan pembangunan jalan mulus secara serentak serta penyediaan ambulans di setiap desa.
“Ya, soal pinjaman ke BJB itu tidak ada aturan yang melarang. Tapi persoalan boleh atau tidak bukan hanya ditentukan Pemda. Harus ada persetujuan Kemendagri, Menteri Keuangan, dan tentu pihak BJB juga. Nilainya pun akan disesuaikan dengan postur APBD kita yang kemampuan keuangannya masih rendah,” jelas Teuku di kantor DPRD provinsi Bengkulu, Kamis (28/8).
Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan dan penyediaan ambulans desa tidak bisa ditunda terlalu lama. Jika hanya mengandalkan APBD, prosesnya akan memakan waktu bertahun-tahun.
“Contoh, membangun 1.300 km jalan butuh Rp2,5 triliun. Tahun ini kita baru anggarkan Rp600 miliar. Artinya butuh 5 tahun baru selesai. Begitu juga dengan ambulans, kita butuh 1.300 unit, tapi baru mampu beli 130 unit. Kalau ditunda, harga material jalan maupun ambulans lima tahun mendatang pasti lebih mahal,” ujarnya.
Teuku menegaskan, jika pinjaman ini terealisasi, masyarakat Bengkulu akan lebih cepat menikmati jalan mulus dan layanan kesehatan berupa ambulans gratis di seluruh desa.(Red)







