JAKARTA, GK – Presiden Prabowo Subianto melakukan pergantian jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) pada Selasa (2/6/2026). Dalam keputusan tersebut, Kepala BGN Dadan Hindayana dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh Nanik Suryadanti Deyang.
Keputusan itu diumumkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
“Pada hari ini Selasa tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional, pertama adalah Saudara Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, kedua Saudara Lodewijk Paulus sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, yang ketiga Saudara Sony Sanjaya sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, tentunya disertai dengan ucapan terima kasih atas kerja keras dedikasi selama ini di dalam membangun fondasi dan mengembangkan Badan Gizi Nasional,” ujar Prasetyo Hadi.
Pergantian ini menjadi bagian dari langkah penyegaran organisasi di tubuh BGN yang selama ini bertanggung jawab menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo. BGN sendiri dibentuk untuk memperkuat upaya pemenuhan gizi masyarakat dan mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Sebelum ditunjuk sebagai Kepala BGN, Nanik Suryadanti Deyang menjabat sebagai Wakil Kepala BGN. Ia bergabung dalam jajaran pimpinan lembaga tersebut sejak September 2025 bersama sejumlah wakil kepala lainnya untuk memperkuat pelaksanaan program MBG di seluruh Indonesia.
Sementara itu, Dadan Hindayana merupakan figur yang memimpin BGN sejak awal pembentukan lembaga tersebut dan berperan dalam membangun fondasi pelaksanaan program gizi nasional. Selama masa jabatannya, ia turut mengawal perluasan program MBG ke berbagai daerah di Indonesia.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah belum menjelaskan secara rinci alasan pergantian pimpinan BGN tersebut. Namun, Presiden menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras Dadan Hindayana beserta jajaran pimpinan sebelumnya dalam membangun dan mengembangkan Badan Gizi Nasional.(Red)







