BENGKULU, GK – Komitmen mempercepat pembangunan infrastruktur jalan di Provinsi Bengkulu mendapat dukungan anggaran signifikan melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) Tahun 2026. Anggota Komisi V DPR-RI daerah pemilihan Bengkulu, Hj. Erna Sari Dewi, S.E., M.H. (ESD), secara resmi meresmikan launching paket pekerjaan IJD Tahun 2026 dengan total anggaran mencapai Rp285,14 miliar.
Kegiatan launching yang berlangsung di Kantor Kelurahan Kandang Mas, Kota Bengkulu, tersebut diselenggarakan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Bengkulu dengan sumber pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026. Acara ini turut disaksikan masyarakat setempat.
Besarnya alokasi anggaran tersebut menjadi salah satu capaian penting dalam upaya memperkuat pembangunan infrastruktur jalan di Bengkulu. Terlebih, anggaran IJD Tahun 2026 mengalami peningkatan sebesar 112,31 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Bengkulu, Dr. Ir. Zepnat Kambu, S.T., M.T., menyampaikan apresiasi atas perhatian dan perjuangan ESD dalam memperjuangkan alokasi anggaran pembangunan jalan melalui program IJD untuk Provinsi Bengkulu.
Menurutnya, kehadiran Erna Sari Dewi sebagai anggota Komisi V DPR-RI memberikan peluang lebih besar bagi Bengkulu untuk memperjuangkan kebutuhan pembangunan infrastruktur di tingkat pusat.
“Ini adalah new Fatmawati nya Bengkulu, karena apa beliau memikirkan provinsi Bengkulu, sehingga beliau di komisi V memperjuangkan paket IJD di Bengkulu,” kata Zepnat.
Ia menilai, keberadaan wakil Bengkulu di Komisi V DPR-RI menjadi momentum penting agar kebutuhan pembangunan infrastruktur daerah dapat diperjuangkan secara langsung melalui jalur politik dan penganggaran nasional.
“Selama ini Bengkulu tidak memiliki perwakilan kita di komisi V, sehingga pada hari ini ada ibu Erna, kita tidak perlu mengemis-ngemis lagi untuk membangun jalan di provinsi yang kita cintai ini,” lanjut Zepnat.
Zepnat juga mengungkapkan peningkatan signifikan alokasi program IJD setelah Erna Sari Dewi duduk di Komisi V DPR-RI. Jika pada 2025 anggaran IJD berada di kisaran Rp150 miliar, pada 2026 nilai paket yang telah keluar maupun yang belum keluar mencapai sekitar Rp800 miliar.
“Kita juga apresiasi Bu Erna, karena di tahun 2025 paket IJD sekitar 150milyar, tapi setelah beliau ada paket IJD 2026 yang ditotal yang sudah keluar dan yang belum keluar mencapai sekitar 800milyar,” tukas Zepnat.
Sementara itu, Erna Sari Dewi mengatakan alokasi anggaran IJD Tahun 2026 sebesar Rp285,14 miliar merupakan capaian signifikan bagi pembangunan infrastruktur jalan di Provinsi Bengkulu.
Ia menegaskan, perjuangan seorang wakil rakyat tidak hanya sebatas menyampaikan aspirasi masyarakat, tetapi juga memastikan aspirasi tersebut dapat diwujudkan melalui dukungan kebijakan dan alokasi anggaran.
“Kita mendapat pagi anggaran sungguh sangat signifikan 2026 ini untuk inpres jalan daerah ini mencapai 285,14 milyar atau artinya 112,31 persen dari tahun 2025,” ujar ESD.
“Bagi Saya bapak ibu sebagai politisi, bagaimana aspirasi bapak/ibu dituangkan dalam bentuk anggaran,” kata ketua DPW Nasdem provinsi Bengkulu itu.
Erna juga menjelaskan bahwa program IJD merupakan bagian dari program pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang ditujukan untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan memenuhi kebutuhan masyarakat di berbagai daerah.
“Ini program bapak presiden Prabowo Subianto yang diperuntukkan untuk masyarakat Indonesia,” tambah ESDM.
Selain memperjuangkan alokasi anggaran, Erna turut memberikan apresiasi kepada jajaran BPJN Bengkulu yang telah bekerja dalam proses pengusulan hingga verifikasi program, sehingga paket pekerjaan yang diajukan dapat memenuhi persyaratan dan memperoleh dukungan anggaran.
“Tak lupa Kita juga mengapresiasi kerja tim BPJN, sehingga program-program yang kita usulkan bisa terverifikasi dan bisa dianggarkan,” tukas ESD.
Melalui pelaksanaan paket pekerjaan IJD Tahun 2026 ini, diharapkan pembangunan dan peningkatan kualitas infrastruktur jalan di Provinsi Bengkulu dapat semakin optimal. Seluruh pekerjaan ditargetkan rampung hingga 31 Desember 2026.
Dukungan anggaran tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur, meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta memberikan manfaat nyata bagi mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat Bengkulu.(Red)






