BENGKULU, GK – Anggota Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Bengkulu, Nuzuludin, S.E, menyerap berbagai aspirasi masyarakat dalam kegiatan reses masa sidang ke-II tahun 2026 yang digelar di kediamannya pada Sabtu malam (2/8).
Kegiatan tersebut dihadiri mayoritas warga yang berprofesi sebagai petani, sehingga berbagai persoalan sektor pertanian menjadi fokus utama pembahasan.
Dalam dialog bersama masyarakat, para petani menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak, mulai dari perbaikan jaringan irigasi, pembangunan jalan usaha tani, hingga peningkatan kualitas jalan lingkungan yang menjadi akses menuju kawasan persawahan.
Nuzuludin mengatakan, aspirasi yang diterima akan menjadi perhatian serius untuk diperjuangkan melalui pembahasan anggaran dan koordinasi dengan organisasi perangkat daerah terkait. Menurutnya, infrastruktur pertanian yang memadai merupakan salah satu kunci untuk meningkatkan produktivitas petani.
“Mayoritas peserta reses kali ini adalah petani. Aspirasi yang mereka sampaikan banyak berkaitan dengan irigasi, jalan usaha tani, dan jalan lingkungan. Ini menjadi kebutuhan dasar yang harus segera ditindaklanjuti agar aktivitas pertanian semakin lancar,” ujar Nuzuludin.
Ia menjelaskan, beberapa usulan pembangunan sebenarnya telah disampaikan sejak sekitar dua bulan lalu, terutama yang berkaitan dengan kawasan persawahan. Dirinya berharap pelaksanaan program tersebut dapat segera direalisasikan oleh pemerintah.
Menurutnya, saat ini pelaksanaan anggaran di sektor pekerjaan umum mulai berjalan sehingga peluang untuk merealisasikan berbagai usulan masyarakat masih terbuka.
“Beberapa kegiatan sudah kami usulkan sekitar dua bulan lalu untuk kawasan persawahan. Mudah-mudahan bisa segera direalisasikan. Saat ini anggaran di sektor PUPR juga mulai berjalan sehingga saya optimistis usulan masyarakat dapat ditindaklanjuti,” katanya.
Selain membahas pembangunan infrastruktur, Nuzuludin juga menyoroti perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian yang dinilai semakin meningkat. Ia mengapresiasi adanya peningkatan alokasi anggaran untuk mendukung pembangunan dan pengembangan kawasan pertanian.
Menurutnya, keberpihakan anggaran terhadap petani harus terus dipertahankan agar sektor pertanian tetap menjadi penopang perekonomian masyarakat, khususnya di daerah pedesaan.
“Untuk kawasan persawahan dan pertanian memang ada peningkatan anggaran. Harapan kita, pada tahun 2027 program-program tersebut tetap dilanjutkan sehingga benar-benar memberikan manfaat dan membahagiakan para petani,” ungkapnya.
Melalui kegiatan reses tersebut, Nuzuludin menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kebutuhan masyarakat sesuai dengan aspirasi yang disampaikan secara langsung.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat dapat mempercepat realisasi pembangunan infrastruktur pertanian sehingga hasil produksi meningkat dan kesejahteraan petani di Bengkulu semakin baik.(Red)






