Militer Israel Lakukan Pencegatan Ilegal Terhadap Global Sumud Flotilla

Laut Mediterania – Armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF), yang membawa bantuan vital ke Gaza, melaporkan telah menjadi sasaran pencegatan (intercept) secara ilegal oleh Angkatan Laut Israel di perairan internasional. Pihak GSF, termasuk relawan dari Indonesia dalam tim Sumud Nusantara, mengutuk tindakan ini sebagai aksi “pembajakan” dan mengumpulkan bukti untuk upaya peradilan internasional.

Laporan dari Flotilla Tracker GSF, menunjukkan bahwa setidaknya tujuh kapal, yang telah berhasil dicegat dan diambil alih oleh pasukan Israel, yaitu Sirius, Karma (Yafa), Alma, Spectre, Adara, Aurora dan Huga

Bacaan Lainnya

“Saat ini sedang terjadi pencegatan secara ilegal terhadap kapal-kapal GSF,” lapor Muhammad Husein dari atas kapal pengamat (observer) Summertime Jong.

Ia menambahkan bahwa kapal-kapal tersebut telah menerima serangan intensif sebelum diambil alih.

Salah satu video cctv, menunjukkan rekaman malam hari di mana kapal-kapal sipil didekati oleh kapal militer.

Pihak Israel melalui Kementerian Luar Negeri telah mengonfirmasi operasi tersebut. Mereka menuduh armada flotilla bertindak “secara ilegal dan menimbulkan ‘ancaman langsung terhadap keamanan Israel dan warganya’ sekaligus membahayakan diri mereka sendiri” dengan mendekati blokade Gaza

Namun, Thiago Avila, dari komite pengarah GSF, dengan tegas membantah tuduhan tersebut.

“Kami menegaskan, kami adalah misi kemanusiaan damai dan tanpa kekerasan. Perjalanan kami sah menurut hukum internasional,” ujar Avila.

Thiago menekankan,

“misi mereka adalah untuk membawa bantuan kemanusiaan seperti makanan, filter air, dan susu formula bayi bagi warga Gaza yang menghadapi kelaparan.”

Tim Sumud Nusantara melaporkan bahwa kapal pengamat seperti Summertime Jong akan bergerak menuju wilayah yang lebih aman sambil membawa serta semua berkas dan barang bukti yang telah mereka kumpulkan selama mendampingi kapal-kapal GSF.

“Semua berkas yang kami kumpulkan selama membersamai kapal-kapal ini, untuk kita kumpulkan. Kemudian kita akan jadikan barang bukti dalam upaya peradilan internasional terhadap Israel,” tegas Muhammad Husein.

Sejumlah relawan internasional terkemuka, termasuk aktivis iklim Greta Thunberg, dikabarkan turut ditahan. Kementerian Luar Negeri Israel bahkan merilis video yang menunjukkan Thunberg dalam penahanan, yang oleh pihak GSF dikutuk sebagai “Video Propaganda Israel”

GSF bertekad tidak akan diam dan akan mempersiapkan gelombang aksi yang lebih besar di masa depan “untuk terus menembus blokade Gaza sampai Palestina merdeka.”

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *