Nusantara Berlayar, Angkut Husein Gaza dan Delegasi Internasional Menuju Gaza

Husein Gaza berada di kapal observer, pic : spiritofaqsanews

TUNISIA – Setelah penantian selama 18 hari, Muhammad Husein Gaza, Steering Comittee dari Indonesia Global Peace Convoy, memulai perjalanannya menuju Gaza. Beliau berlayar pada 18 September 2025, pukul 21.00 waktu Tunisia, menaiki kapal observer bernama Nusantara. Keberangkatan ini merupakan bagian dari misi kemanusiaan yang membawa delegasi gabungan dari Malaysia dan Pakistan.

​Kapal Nusantara memiliki peran penting dalam armada ini. Sebagai kapal observer, tugas utamanya adalah mengamati dan merekam semua kejadian yang berlangsung pada armada utama. Selain itu, kapal ini juga membawa persediaan vital, seperti obat-obatan, bantuan, dan peralatan komunikasi yang akan didistribusikan kepada 50 kapal lainnya dalam rombongan. Kapal ini dirancang dengan kecepatan tinggi, bahkan mampu menyusul kapal lain yang sudah berlayar dua hari lebih awal.

Bacaan Lainnya

 

Muhammad Husein Gaza, SC Indonesia Global Peace Convoy

​Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Husein menyampaikan rasa syukur dan semangatnya,

“Akhirnya giliran saya untuk ikut berlayar menyusul kapal-kapal lain, menyusul Mbak Wanda Hamidah, menyusul ratusan aktivis kemanusiaan lain,” tulisnya.

​Dalam pesannya, Husein menekankan bahwa fokus utama misi ini bukanlah pada individu atau kelompok, melainkan pada tujuan yang lebih besar, yaitu Gaza.

“Ini bukan tentang saya, bukan tentang Sumud Global Flotilla, Ini tentang apa yang membawa kami ke sini, Gaza,” tegasnya.

​Beliau juga mengajak masyarakat untuk tidak berhenti pada satu gerakan saja dan terus berjuang dari berbagai lini.

“Pelayaran ini harus ada di rumah-rumah kita, di kampung-kampung kita. Pelayaran menuju Gaza tidak hanya perkara naik kapal, tapi perkara kita melihat adanya harapan dan berjuang mencapai harapan itu,” ujarnya.

​Husein Gaza menitipkan pesan penting kepada semua pihak untuk melanjutkan perjuangan darat.

“Perjuangan laut sedang kita lakukan, semoga usaha kolaboratif ini, sinergi-sinergi ini bisa mewujudkan apa yang kita inginkan semua, yaitu menghentikan genosida, memecahkan blokade Israel yang ilegal terhadap Gaza.”

​Sebelumnya, delegasi Indonesia lain, Wanda Hamidah berhasil berlayar menggunakan kapal terakhir, sempat diberitakan bersandar kembali dikarenakan bahan bakar yang hilang dan kapten kapal yang mengundurkan diri karena tekanan, Kapal Kesier yang membawa beliau sekarang sudah berlayar kembali.

Anda dapat memantau pergerakan kapal-kapal yang tergabung dalam misi ini melalui situs web resmi mereka: https://globalsumudflotilla.org/tracker

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *