BENGKULU, GK – Pimpinan Ma’had Rabbani Bengkulu, KH M. Syamlan, akhirnya memberikan klarifikasi terkait polemik yang berkembang di media sosial mengenai dugaan pemberhentian tiga tenaga pendidik di lingkungan sekolah tersebut. Ia menegaskan bahwa tidak pernah ada pemecatan secara sepihak sebagaimana informasi yang beredar, melainkan proses pembinaan yang telah dilakukan dalam kurun waktu cukup lama.
Menurut KH M. Syamlan, pihak sekolah telah memberikan berbagai bentuk pembinaan kepada ketiga guru tersebut, mulai dari teguran, evaluasi, hingga kesempatan untuk memperbaiki kedisiplinan dan kinerja sebelum persoalan tersebut mencuat ke publik.
“Kami tidak pernah melakukan pemecatan secara tiba-tiba. Sebelumnya sudah ada pembinaan, sudah ada peringatan, bahkan sudah ada komitmen bersama apabila tidak ada perubahan maka ada konsekuensi yang harus diterima,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, salah seorang dari tiga guru yang menjadi sorotan bahkan telah datang secara langsung untuk meminta maaf atas pemberitaan yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Menurutnya, sikap tersebut patut dihargai sebagai bentuk itikad baik dalam menyelesaikan persoalan.
Setelah dilakukan pembahasan secara langsung, pihak Ma’had Rabbani justru masih membuka kesempatan bagi ketiga guru tersebut apabila memiliki komitmen untuk memperbaiki diri dan kembali menjalankan tugas sebagai pendidik sesuai standar yang diterapkan sekolah.
“Saya sampaikan kepada mereka, kalau memang masih ingin mengabdi di sini silakan berpikir dulu. Bisa satu bulan beristirahat untuk mempersiapkan diri agar benar-benar siap mengajar dengan baik. Kesempatan itu masih kami buka,” kata KH M. Syamlan.
Ia menegaskan, Ma’had Rabbani memiliki komitmen menjaga kualitas pendidikan sehingga seluruh tenaga pendidik dituntut memiliki disiplin, tanggung jawab, serta profesionalisme dalam melaksanakan proses belajar mengajar.
Menurutnya, sekolah tidak dapat mentoleransi kebiasaan guru yang datang terlambat, sering tidak hadir, maupun mengajar tanpa persiapan yang matang karena hal tersebut akan berdampak terhadap kualitas pendidikan para peserta didik.
“Kami mempertaruhkan kualitas pendidikan. Guru harus disiplin, hadir tepat waktu, mengajar dengan sungguh-sungguh, terus meningkatkan ilmu dan kompetensinya. Itu komitmen yang kami pegang,” tegasnya.
KH M. Syamlan juga menyayangkan beredarnya informasi yang dinilai tidak utuh hingga menjadi viral di berbagai platform media sosial. Ia berharap masyarakat mengedepankan tabayun atau klarifikasi sebelum menyebarkan informasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman yang merugikan semua pihak.
Ia menambahkan, pintu komunikasi tetap terbuka dan berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara kekeluargaan tanpa harus berlanjut ke ranah hukum.
“Kalau memang mereka sungguh-sungguh ingin berubah, datang tepat waktu, mengajar dengan baik, menjaga amanah sebagai guru, tentu masih ada kesempatan untuk bersama-sama membangun pendidikan di Ma’had Rabbani,” pungkasnya.(Rls)






