Lewat Peringatan Isra Mi’raj, Pemprov Bengkulu Dorong Integrasi Iman dan Kepedulian Lingkungan

Bengkulu, GK – Pemerintah Provinsi Bengkulu memanfaatkan momentum peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad Shallallāhu ‘alaihi wa sallam 1447 Hijriah/2026 Masehi sebagai sarana penguatan nilai keimanan yang terintegrasi dengan kepedulian terhadap lingkungan hidup.

Kegiatan keagamaan tersebut digelar di Masjid Raya Baitul Izzah, Bengkulu, Jumat (16/1), dan dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, tokoh agama, serta masyarakat.

Peringatan Isra Mi’raj kali ini mengangkat tema “Pesan Ekoteologi dalam Peristiwa Isra Mi’raj”, yang menekankan pentingnya memahami ajaran Islam secara holistik. Tidak hanya berorientasi pada ibadah ritual, namun juga mendorong tanggung jawab manusia dalam menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari amanah keimanan.

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peristiwa Isra Mi’raj memiliki makna strategis dalam pembentukan karakter umat.

Melalui perintah shalat yang diterima langsung oleh Rasulullah Shallallāhu ‘alaihi wa sallam, umat Islam diajak untuk membangun kesadaran spiritual yang kuat dan berkelanjutan.

“Shalat merupakan fondasi utama dalam membentuk keimanan dan akhlak. Jika shalat dijalankan dengan penuh kesadaran, maka akan tercermin dalam sikap disiplin, tanggung jawab sosial, serta kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Herwan.

Ia menjelaskan, nilai-nilai yang terkandung dalam shalat seharusnya mampu mendorong umat untuk berperan aktif sebagai khalifah di bumi.

Kesalehan individu, lanjutnya, harus berdampak pada kesalehan sosial dan ekologis, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan yang kian kompleks.

“Integrasi iman dan kepedulian lingkungan menjadi bagian penting dalam pembangunan berkelanjutan di Bengkulu. Nilai spiritual harus menjadi landasan dalam menjaga alam dan kehidupan bersama,” tambahnya.

Sementara itu, penceramah Isra Mi’raj, Ustaz Ahmad Farhan, menuturkan bahwa perjalanan spiritual Nabi Muhammad Shallallāhu ‘alaihi wa sallam mengandung pesan mendalam tentang pentingnya meluruskan niat dan memperbaiki kualitas diri.

Menurutnya, kedekatan dengan Allah Subhanahu wa ta’ala harus diwujudkan dalam perilaku nyata yang membawa manfaat bagi sesama dan alam.

“Hubungan dengan Allah tidak boleh terputus dari tanggung jawab sosial. Ketika shalat dijaga, maka kejujuran, kepedulian, dan sikap menjaga lingkungan akan tumbuh dengan sendirinya,” jelas Ustaz Ahmad Farhan.

Ia menambahkan bahwa Islam mengajarkan keseimbangan hubungan antara manusia dengan Allah, sesama manusia, dan alam.

Oleh karena itu, peringatan Isra Mi’raj diharapkan mampu menjadi momentum refleksi bersama untuk memperkuat iman sekaligus meningkatkan kesadaran menjaga lingkungan.

Kegiatan ini dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bengkulu, pimpinan organisasi keagamaan, serta jamaah Masjid Raya Baitul Izzah yang mengikuti acara dengan penuh khidmat.(Rls)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *