Jakarta, GK — Ketua Dewan Ekonomi Nasional Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan (LBP), membagikan pengalamannya menggunakan Kereta Cepat.
Dalam unggahan di akun Facebook pribadinya, Luhut menyebut bahwa setiap kali berkunjung ke Bandung, dirinya selalu memilih menggunakan moda transportasi cepat tersebut karena efisiensi waktu yang ditawarkan.
“Setiap kali ke Bandung, saya selalu memilih moda transportasi ini karena efisiensi waktunya. Perjalanan yang dulu makan waktu 3–4 jam, kini bisa ditempuh hanya dalam 30–60 menit,” tulis Luhut.
LBP juga menyoroti capaian positif Kereta Cepat Whoosh yang kini sudah mampu menutup biaya operasionalnya secara mandiri serta melayani lebih dari 12 juta penumpang sejak beroperasi pada Oktober 2023 hingga Februari 2025.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa keberanian mengambil keputusan strategis dapat membawa bangsa menuju kemandirian.
“Lepas dari pro dan kontra yang terjadi, faktanya Whoosh kini sudah mampu menutup biaya operasionalnya sendiri dan memberi dampak ekonomi besar bagi wilayah yang dilintasinya,” ungkapnya.
Selain berbagi soal transportasi, Luhut juga menyampaikan pesan penting kepada para calon perwira TNI tentang pentingnya kepemimpinan, kerja tim, dan integritas.
“Tentara hari ini tidak boleh hanya mahir memegang senjata, tetapi juga harus punya skill manajerial dalam membentuk tim yang solid. Junjung tinggi Sapta Marga dengan integritas dan kredibilitas,” pesannya.
Di bagian akhir, Luhut menyinggung capaian ekonomi nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang dinilainya menunjukkan kinerja kuat dan stabil, baik dari sisi fiskal maupun moneter.
“Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, kami mengambil langkah akselerasi. Ini menjadi fondasi yang kuat bagi pencapaian ekonomi ke depan,” ujar Luhut.
Menurutnya, peran TNI sangat penting dalam menjaga stabilitas dan memastikan pembangunan nasional berjalan adil serta berkesinambungan.
“Kekuatan bangsa lahir dari kemampuannya bernavigasi di tengah tantangan zaman, sembari tetap menjaga arah pembangunan agar berpihak pada kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.(Red)






