Bengkulu, GK – Forum Wartawan Ekonomi Bengkulu mendorong penguatan pemberitaan sektor ekonomi dan potensi daerah sebagai bagian dari upaya membangun citra Bengkulu. Forum tersebut bahkan menggagas branding Gubernur Bengkulu Helmi Hasan sebagai “Gubernur Ekonomi”, dengan menempatkan isu pertumbuhan ekonomi, UMKM, investasi dan kesejahteraan masyarakat sebagai fokus pemberitaan.
Gagasan itu disampaikan Ketua Forum Wartawan Ekonomi Bengkulu, Iyud Dwi Mursito bersama anggota, saat audiensi dengan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Bengkulu, Nelly Alesa didampingi Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Media dan TIK (Hubungan Mediatik) Ceria Revolitasari, di ruang kerjanya, Selasa (29/9/2026).
Iyud mengatakan potensi ekonomi Bengkulu perlu lebih banyak diangkat agar pemberitaan tentang daerah tidak hanya didominasi kasus kriminal dan persoalan hukum.
Menurut Iyud, pemberitaan yang terlalu banyak menyoroti kasus kriminal maupun polemik dapat memengaruhi persepsi publik terhadap Bengkulu. Karena itu, Forum Wartawan Ekonomi Bengkulu ingin menghadirkan pemberitaan yang lebih berimbang dengan mengangkat potensi ekonomi daerah, pelaku UMKM, peluang investasi dan berbagai aktivitas produktif masyarakat.
Gagasan tersebut juga tidak terlepas dari kondisi ekonomi Bengkulu yang masih memiliki ruang pengembangan. Bank Indonesia mencatat ekonomi Bengkulu pada triwulan II 2026 tumbuh 5,11 persen secara tahunan, dengan pertumbuhan antara lain ditopang konsumsi domestik, investasi, pertambangan, konstruksi dan perdagangan.
“Kedepannya bagaimana kemudian kita branding Helmi Hasan menjadi Gubernur Ekonomi agar program Bantu Rakyat bisa sinkron dalam mendorong kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
Nelly Alesa menyambut positif kehadiran Forum Wartawan Ekonomi Bengkulu. Ia menilai pemerintah membutuhkan dukungan berbagai elemen, termasuk wartawan dan media, untuk mengangkat potensi daerah sekaligus memberikan kontrol sosial terhadap penyelenggaraan pemerintahan.
“Bukan berarti tidak boleh mengkritik. Kritik itu adalah bagian yang harus kita terima, karena kita berada di zaman keterbukaan informasi. Tetapi di dalam kritik selalu ada etika,” kata Nelly dalam audiensi tersebut.
Nelly mengatakan kritik dan perbedaan pandangan tetap diperlukan sebagai bagian dari kontrol sosial. Namun, ia berharap komunikasi antara pemerintah dan wartawan dibangun melalui klarifikasi dan hubungan yang baik sehingga setiap persoalan dapat diarahkan pada perbaikan.
Ia juga menyebut Dinas Kominfotik sebagai ruang yang terbuka bagi wartawan, media dan organisasi kewartawanan untuk menyampaikan gagasan. Menurutnya, sinergi pemerintah dan media harus diarahkan pada kepentingan masyarakat, termasuk mendorong perbaikan perekonomian dan kesejahteraan.
“Kalau masyarakatnya sudah sejahtera, itu yang kita harapkan. Apa yang bisa kami bantu dan kita sinergikan, kita sinergikan. Ketika ada kekurangan, kita saling mengingatkan,” ujar Nelly.
Gagasan Forum Wartawan Ekonomi Bengkulu tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas perspektif pemberitaan mengenai Bengkulu. Sementara itu, Helmi Hasan sendiri sebelumnya telah menempatkan sejumlah agenda ekonomi dalam kebijakan pemerintahannya, termasuk bantuan produktif bagi korban kebakaran untuk membantu mereka kembali bekerja dan memperoleh penghasilan.
Termasuk menyiapkan event Bengkulu Merah Putih di 10 kabupaten/kota sebagai upaya mendorong ekonomi UMKM dan masyarakat.(Bis)






