Genpro Launching Program GMC dan IBC, Perkuat UMKM Bengkulu

BENGKULU, GK – Generasi Pengusaha Profesional (Genpro) Area Bengkulu resmi meluncurkan program pendampingan bisnis Genpro Mastermind Class (GMC) dan IBC sebagai upaya memperkuat kapasitas pelaku usaha sekaligus membangun ekosistem bisnis yang lebih kolaboratif di daerah.

Peluncuran program tersebut digelar di Kantor Bank Syariah Indonesia (BSI) Kota Bengkulu, Sabtu (26/9/2026), dengan mengusung tema “Bertumbuh Bersama, Naik Kelas, Membangun Bisnis Berdaya”.

Bacaan Lainnya

Kegiatan diikuti sekitar 35 peserta yang terdiri atas pemilik usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta direktur perusahaan dari berbagai sektor usaha di Provinsi Bengkulu.

Program ini digagas Genpro Area Bengkulu di bawah koordinasi Associate Vice President (AVP) Genpro Bengkulu, Dr. Arius Satoni K, M.Kom. Menurut Arius, pengembangan kapasitas pengusaha tidak cukup hanya melalui pengalaman, tetapi membutuhkan proses pembelajaran yang terstruktur dan berkelanjutan.

Ia juga menekankan pentingnya membangun budaya kolaborasi di antara para pelaku usaha agar mampu menghadapi dinamika dan tantangan ekonomi.

“Saya mengajak seluruh member dan pengurus Genpro se-Provinsi Bengkulu untuk bersama-sama belajar dan bertumbuh mencapai bisnis yang berdaya dan berdampak. Komitmen ini kita wujudkan lewat pendampingan bisnis intensif di Kelas GMC dan IBC, baik yang diselenggarakan di tingkat Chapter maupun tingkat Area Bengkulu,” ujar Dr. Arius Satoni.

Program GMC dan IBC kemudian resmi dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bengkulu, Drs. Eddyson.

Dalam sambutannya, Eddyson mendorong Genpro Bengkulu tidak hanya membangun kapasitas internal anggotanya, tetapi juga mengambil peran dalam pembinaan pelaku UMKM di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu.

Ia menilai pendampingan dari pengusaha yang telah memiliki pengalaman menjadi salah satu faktor penting dalam membantu pelaku UMKM membangun growth mindset serta meningkatkan kapasitas usahanya.

“Pelaku UMKM membutuhkan pembinaan dan pendampingan agar mampu berkembang dan naik kelas,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Dukungan terhadap penguatan ekosistem usaha juga disampaikan perwakilan Biro Perekonomian Provinsi Bengkulu, Yuni. Ia mengajak pengurus dan anggota Genpro terus membangun sinergi dengan pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Selain pembekalan bisnis, kegiatan tersebut turut mempertemukan pelaku usaha dengan sejumlah mitra strategis, khususnya dalam aspek perlindungan tenaga kerja dan akses permodalan.

Dari BPJS Ketenagakerjaan, Syafrial mengimbau para anggota Genpro memanfaatkan program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Menurutnya, perlindungan tersebut penting tidak hanya bagi pekerja, tetapi juga bagi keberlangsungan usaha karena memberikan kepastian perlindungan bagi pemilik usaha dan karyawan.

Sementara dari sektor perbankan, Dicky dari Bank Syariah Indonesia (BSI) yang hadir mewakili Adi Putro, memaparkan berbagai dukungan pembiayaan yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha.

Ia mendorong anggota Genpro mengoptimalkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai salah satu alternatif akses permodalan untuk mendukung pengembangan dan ekspansi bisnis.

Melalui peluncuran GMC dan IBC, Genpro Area Bengkulu menargetkan terbentuknya ruang belajar dan kolaborasi yang dapat membantu para pengusaha meningkatkan kapasitas manajemen, memperluas jejaring, serta mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Kolaborasi antara komunitas pengusaha, pemerintah, lembaga perlindungan tenaga kerja, dan sektor perbankan diharapkan turut memperkuat fondasi ekosistem kewirausahaan di Provinsi Bengkulu.

Genpro Bengkulu pun optimistis program pendampingan tersebut dapat melahirkan lebih banyak wirausaha lokal yang tangguh, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *