Oleh : Cahyadi Takariawan
Sosiolog Steve Nock menyatakan, pernikahan mengubah laki-laki secara mendasar.
Dalam bukunya Marriage in Men’s Lives (1998), ia membahas bagaimana sistem kepercayaan laki-laki tentang diri sendiri dan pasangan mereka berubah. Setelah menikah laki-laki mulai melihat diri mereka sebagai ayah, pemberi nafkah, dan pelindung bagi keluarga.
Perubahan identitas ini dikaitkan dengan perubahan perilaku. Misalnya, laki-laki mendapatkan lebih banyak pendapatan ketika mereka menikah, bekerja lebih banyak, menghabiskan lebih sedikit waktu dengan teman-teman selain dari keluarga, dan menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarga dan di masyarakat tempat keluarga itu berada.
Dalam tesis Nock, pernikahan membawa perubahan besar dalam identitas bagi laki-laki, dan semua perubahan itu mengarah pada harapan akan peningkatan tanggung jawab untuk merawat orang lain.
Menurutnya, agar laki-laki bersedia berkorban tanpa merasa kesal, mereka harus memutuskan bahwa perempuan tertentu adalah seseorang yang akan mereka ajak hidup bersama di masa depan.
Laki-laki harus memutuskan bahwa “perempuan ini adalah masa depanku,” dan begitu mereka memutuskan, transformasi internal pun terjadi.
Bahan Bacaan: Steve Nock, Marriage in Men’s Lives, Oxford University Press, 1998







