Inflasi Bengkulu 3,99%, Ekspor Meroket 251% pada Juli 2026

BENGKULU, GK – Perekonomian Provinsi Bengkulu menunjukkan dinamika beragam sepanjang Juli-Agustus 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Agustus mencapai 3,99 persen secara tahunan, sementara nilai ekspor Juli 2026 melonjak hingga 251,97 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan Berita Resmi Statistik BPS Provinsi Bengkulu yang dirilis 1 September 2026, inflasi year-on-year (y-on-y) Agustus 2026 tercatat 3,99 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,43.

Bacaan Lainnya

Kabupaten Mukomuko mencatat inflasi tertinggi sebesar 5,03 persen dengan IHK 112,18. Sedangkan Kota Bengkulu mengalami inflasi sebesar 3,65 persen dengan IHK 111,18.

Kenaikan harga paling tinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mencapai 8,43 persen. Disusul kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 5,38 persen serta transportasi sebesar 4,94 persen.

Komoditas yang paling dominan menyumbang inflasi tahunan antara lain daging ayam ras, emas perhiasan, bensin, angkutan udara, minyak goreng, Sigaret Kretek Mesin (SKM), bahan bakar rumah tangga, ikan dencis, ongkos laundry dan kontrak rumah.

Secara bulanan, inflasi Bengkulu pada Agustus 2026 tercatat 0,31 persen. Daging ayam ras menjadi salah satu komoditas yang memberikan tekanan terbesar, bersama beras, kontrak rumah, ongkos laundry, ikan tongkol, daging sapi, emas perhiasan, terong, bakso siap santap dan ikan dencis.

NTP Naik 1,54 Persen

Di sektor pertanian, kabar positif datang dari Nilai Tukar Petani (NTP). Pada Agustus 2026, NTP Bengkulu mencapai 203,27 atau meningkat 1,54 persen dibandingkan Juli yang berada di level 200,18.

Kenaikan tersebut terjadi karena Indeks Harga yang Diterima Petani naik 1,78 persen, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani hanya meningkat 0,23 persen.

Empat subsektor mengalami kenaikan NTP, yakni tanaman pangan 1,50 persen, tanaman perkebunan rakyat 1,73 persen, peternakan 0,54 persen dan perikanan 0,71 persen.

Sebaliknya, subsektor hortikultura mengalami penurunan sebesar 2,04 persen.

Ekspor Bengkulu Meledak 251 Persen

Kinerja ekspor Bengkulu menjadi salah satu catatan paling mencolok. Nilai ekspor pada Juli 2026 mencapai US$13,82 juta.

Nilai tersebut naik 10,08 persen dibandingkan Juni 2026 yang sebesar US$12,56 juta. Jika dibandingkan Juli 2025, kenaikannya mencapai 251,97 persen dari US$3,93 juta.

Menariknya, pada Juli 2026 tidak tercatat adanya impor ke Bengkulu.

Secara kumulatif Januari-Juli 2026, neraca perdagangan Bengkulu masih surplus US$42,11 juta. Namun angka itu turun 27,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$57,77 juta.

India menjadi negara tujuan ekspor terbesar Bengkulu dengan nilai US$17,33 juta atau 41,16 persen. Berikutnya Pakistan US$9,32 juta atau 22,13 persen dan Kamboja US$5,37 juta atau 12,75 persen.

Wisnus Turun, Tapi Masih Tumbuh Secara Tahunan

Di sektor pariwisata, jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) ke Bengkulu pada Januari-Juli 2026 mencapai 4,43 juta perjalanan.

Angka tersebut masih tumbuh 2,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 4,33 juta perjalanan.

Namun khusus Juli 2026, perjalanan wisnus tercatat 649.749 perjalanan, turun 3,58 persen dibandingkan Juni yang mencapai 673.845 perjalanan.

Dibandingkan Juli 2025, jumlah tersebut juga turun 4,88 persen.

Kota Bengkulu menjadi tujuan perjalanan wisnus terbanyak dengan 244.551 perjalanan. Sedangkan Kabupaten Lebong berada di posisi terendah dengan 22.181 perjalanan.

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada Juli 2026 mencapai 52,39 persen. Angka ini naik 2,15 poin dibandingkan Juli 2025, tetapi turun 4,70 poin dibandingkan Juni 2026.

Penumpang Pesawat Naik

Aktivitas transportasi laut pada Juli 2026 cenderung melemah. Jumlah penumpang angkutan laut tercatat 1.868 orang, turun dari 2.217 orang pada Juni.

Volume barang yang dibongkar muat melalui Pelabuhan Pulau Baai juga turun menjadi 303.951 ton dari 312.381 ton pada bulan sebelumnya.

Sebaliknya, angkutan udara mengalami peningkatan. Jumlah penerbangan di Bandara Fatmawati Soekarno mencapai 408 penerbangan, naik 2,26 persen dibandingkan Juni yang sebanyak 399 penerbangan.

Jumlah penumpang pesawat juga naik 5,33 persen menjadi 47.368 orang dari sebelumnya 44.972 orang.

Volume barang yang diangkut melalui jalur udara meningkat 2,78 persen menjadi 121,67 ton.

Data BPS tersebut memperlihatkan perekonomian Bengkulu menghadapi tekanan dari kenaikan sejumlah harga, namun di sisi lain menunjukkan sinyal positif dari sektor pertanian, ekspor dan transportasi udara.(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *