Gubernur Respon Banjir di Bengkulu, Instruksikan Penanganan Cepat

Bengkulu, GK – Hujan deras yang mengguyur wilayah Provinsi Bengkulu pada Minggu (5/4) memicu terjadinya banjir dan longsor di sejumlah daerah, terutama di Kabupaten Lebong. Pemerintah Provinsi Bengkulu merespons cepat kondisi tersebut dengan menginstruksikan penanganan darurat secara terpadu.

Banjir dilaporkan merendam permukiman warga di beberapa wilayah terdampak, serta menggenangi akses jalan umum yang mengakibatkan terganggunya aktivitas masyarakat. Selain itu, sejumlah titik juga dilaporkan mengalami longsor akibat tingginya intensitas curah hujan.

Upaya tanggap darurat langsung dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI/Polri, serta masyarakat setempat. Berdasarkan data dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB), bencana ini terjadi di enam kecamatan di Kabupaten Lebong.

Di Kecamatan Lebong Tengah, banjir melanda Desa Semelako I, Karang Anyar, dan Tanjung Bungai II. Sementara di Kecamatan Lebong Utara, banjir terjadi di Desa Nangai Amen, Pasar Melintang, dan Pasar Muara Aman, serta longsor di Desa Lebong Tambang.

Kecamatan Amen turut terdampak banjir di Desa Nangai Tayau dan Sungai Gerong. Di Kecamatan Uram Jaya, longsor terjadi di Desa Lemeu, sementara banjir melanda Desa Tangua, Kota Agung, dan Kota Baru.

Banjir juga terjadi di Desa Kutai Donok, Kecamatan Lebong Selatan, serta longsor di Desa Air Kopras, Kecamatan Pinang Belapis.

Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Khairil Anwar, menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi telah mengguyur wilayah tersebut sejak siang hari.

“Curah hujan yang tinggi menyebabkan peningkatan debit air di sejumlah sungai hingga meluap ke permukiman warga dan badan jalan, khususnya di sekitar daerah aliran sungai seperti Air Ngeai, Air Kotok, dan Air Uram,” jelasnya.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Gubernur Bengkulu menginstruksikan seluruh jajaran terkait untuk bergerak cepat dalam penanganan dampak bencana, mulai dari evakuasi warga hingga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Pemerintah Kabupaten Lebong melalui BPBD bersama unsur kecamatan, desa, dan organisasi perangkat daerah (OPD) telah menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan penanganan awal. Koordinasi lintas sektor juga terus diperkuat guna memastikan keselamatan warga.

Petugas di lapangan saat ini fokus melakukan evakuasi warga, pendistribusian bantuan logistik darurat, serta pendataan jumlah rumah terdampak dan kebutuhan mendesak masyarakat.

Selain itu, Dinas Pekerjaan Umum turut melakukan pemantauan terhadap kondisi drainase dan saluran air guna mencegah banjir susulan. Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana lanjutan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan.

Pemerintah memastikan bahwa penanganan akan terus dilakukan secara maksimal hingga kondisi kembali normal.(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *