Kota Bengkulu, GK – Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, kembali menunjukkan gaya kepemimpinannya yang tidak biasa.
Kamis pagi (5/2/2025), ia memimpin apel pagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Bengkulu bukan di halaman kantor, melainkan di kawasan Pasar Panorama, tepatnya di Jalan KZ Abidin.
Pelaksanaan apel di tengah kawasan pasar ini bukan tanpa alasan. Dedy menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan wujud komitmennya kepada para pedagang yang sebelumnya berjualan di atas trotoar dan kini telah ditata untuk masuk ke dalam area pasar.
Penataan kawasan, menurutnya, harus diiringi dengan keberpihakan nyata dari pemerintah.
“Ketika kita meminta pedagang tertib dan masuk ke pasar, maka pemerintah juga harus hadir dan memberi dukungan. Salah satunya dengan memastikan roda ekonomi di pasar tetap berputar,” ujar Dedy dalam amanat apel.
Ia menegaskan, sebelumnya telah berjanji akan menggerakkan seluruh ASN Pemerintah Kota Bengkulu untuk berbelanja langsung ke pasar sebagai bentuk dukungan konkret terhadap para pedagang. Apel pagi ini, kata dia, menjadi simbol dimulainya gerakan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Dedy juga mengajak seluruh ASN untuk menjaga kekompakan dan solidaritas dalam menyukseskan program-program pemerintah daerah. Menurutnya, keberhasilan pembangunan kota tidak bisa dilepaskan dari peran bersama seluruh aparatur.
“Kegiatan ini bukan seremonial semata. Ini adalah gerakan bersama. Kita ingin membangun kesadaran bahwa berbelanja di dalam pasar tradisional adalah pilihan yang baik, sekaligus membantu perekonomian masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, apabila masih terdapat kekurangan fasilitas di dalam pasar, Pemerintah Kota Bengkulu akan terus melakukan pembenahan secara bertahap. Tujuannya agar pedagang dan pembeli merasa nyaman.
“Insyaallah, kalau kita konsisten, pedagang akan benar-benar merasakan manfaatnya. Pasar akan hidup, ekonomi bergerak, dan kawasan kota menjadi lebih tertata,” tambah Dedy.
Sebagai bentuk dukungan langsung, Dedy juga mengimbau ASN yang mengikuti apel untuk berbelanja di pasar usai kegiatan. Ia berharap setiap ASN setidaknya membawa satu kantong belanjaan sebagai simbol kepedulian dan dukungan terhadap pedagang lokal.
Langkah ini pun mendapat perhatian masyarakat sekitar, yang menilai pendekatan tersebut sebagai cara kreatif pemerintah dalam membangun kedekatan dengan rakyat sekaligus menggerakkan ekonomi pasar tradisional.(Red)







