Kota Bengkulu, GK – Dua legislator Dapil IV, Vinna Ledy Anggraheni, S.E. dan Solihin Adnan, S.H., M.H., mengadakan reses bersama di Kantor Camat Ratu Agung pada Minggu (7/12). Reses ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan sekaligus mendapatkan penjelasan langsung mengenai upaya penanganan berbagai persoalan yang mereka hadapi.
Solihin mengungkap bahwa sejumlah masalah klasik masih mendominasi keluhan warga, mulai dari tumpukan sampah, ancaman banjir, hingga infrastruktur yang perlu perbaikan. Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut merupakan realitas yang terjadi hampir merata di wilayah Kota Bengkulu.
“Sampah, kerawanan bencana, dan banjir adalah persoalan nyata yang kita hadapi dari tahun ke tahun. Pemerintah harus hadir dengan komitmen yang kuat untuk menanggulanginya,” ujarnya.
Selain itu, Solihin menyoroti bahwa keluhan serupa juga ditemukan di berbagai kelurahan lain, tidak hanya di Tanah Patah. Ia meminta pemerintah kota untuk menunjukkan keseriusan dalam melakukan penanganan, bukan sekadar memberikan janji.
Dalam kesempatan yang sama, reses ini juga menghadirkan agenda berbeda yang melibatkan partisipasi generasi Z. Menurut Solihin, peran generasi muda kini penting seiring perubahan kebijakan pemerintah pusat yang menghadirkan Kementerian Informasi dan Digitalisasi.
“Generasi Z harus melek digital. Kita dorong mereka untuk memahami peluang dan ancaman di dunia digital, termasuk bahaya judi online dan konten negatif lainnya,” jelasnya.
Ia berharap generasi muda dapat memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang bermanfaat dan membantu menciptakan lingkungan digital yang lebih sehat.
Baik Vinna Ledy maupun Solihin berkomitmen untuk membawa setiap aspirasi yang muncul dalam reses ini ke tingkat pembahasan selanjutnya bersama pemerintah kota dan dinas terkait.
“Kami pastikan semua masukan warga akan kami perjuangkan. Setidaknya ada tindakan nyata yang bisa dirasakan masyarakat,” tutup Solihin.
Kegiatan reses ini tidak hanya menjadi ruang penyampaian aspirasi, tetapi juga ajang memperkuat kolaborasi antara masyarakat, legislatif, dan generasi muda dalam menghadapi tantangan Kota Bengkulu ke depan.(Red)







