Bengkulu, GK – Bupati Kepahiang, Zurdinata, menegaskan komitmennya untuk mencegah terjadinya kelangkaan gas LPG 3 kilogram di wilayah Kabupaten Kepahiang terutama jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) Ramadan dan Idul Fitri 1447H. Ia memastikan pemerintah daerah akan mengambil langkah tegas terhadap agen yang terbukti bermain dalam pendistribusian gas bersubsidi tersebut.
Menurut Zurdinata, hingga saat ini ketersediaan gas LPG 3 kg untuk Kabupaten Kepahiang tergolong sangat aman. Setiap bulannya, daerah tersebut menerima pasokan sekitar 106.000 tabung yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Namun demikian, ia mengingatkan para agen dan pangkalan agar tidak melakukan penyimpangan dalam penyaluran gas bersubsidi tersebut. Jika ditemukan praktik penimbunan, penyaluran tidak tepat sasaran, ataupun permainan harga, pemerintah daerah tidak akan segan mengambil tindakan tegas.
“Untuk gas ini kita cukup tegas pak wagub. Kami minta masyarakat ikut mengawasi. Jika ada agen yang bermain-main dalam distribusi, silakan dilaporkan. Izin mereka bisa kita cabut,” tegas Zurdinata.
Lebih lanjut, ia juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan memberikan apresiasi atau reward bagi masyarakat yang melaporkan adanya pelanggaran distribusi LPG 3 kg.
Langkah ini dilakukan agar pengawasan tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi juga melibatkan partisipasi masyarakat.
Zurdinata berharap dengan adanya pengawasan bersama, distribusi gas LPG bersubsidi dapat berjalan lebih transparan dan tepat sasaran, sehingga masyarakat yang berhak benar-benar bisa merasakan manfaatnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Zurdinata saat menghadiri High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Bengkulu yang digelar pada Senin (16/3) di Aula Merah Putih, Kantor Gubernur Bengkulu.
Dalam pertemuan tersebut, berbagai langkah strategis dibahas untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri. Salah satu fokus utama adalah memastikan distribusi energi dan kebutuhan pokok masyarakat tetap lancar guna menekan potensi inflasi di daerah.(Red)






