Brigif TP 45/SB Latih Pencak Silat Sekinci Kinci, Warisan Budaya Lampung Tetap Lestari

Bandar Lampung, GK – Prajurit Brigade Infanteri (Brigif) TP 45/Sai Bhumi terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian budaya daerah melalui latihan Pencak Silat Sekinci Kinci, salah satu aliran seni bela diri tradisional sekaligus pencak adat asli Provinsi Lampung. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan prajurit yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan fisik, tetapi juga penguatan karakter dan kecintaan terhadap budaya bangsa.

Latihan tersebut merupakan implementasi program pembinaan teritorial Kodam XXI/Radin Inten yang bertujuan melestarikan kearifan lokal di tengah arus modernisasi. Melalui pelestarian seni bela diri tradisional, TNI AD berupaya menjaga eksistensi warisan budaya Lampung sekaligus memperkuat nilai-nilai persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Bacaan Lainnya

Pencak Silat Sekinci Kinci dikenal sebagai seni bela diri khas Lampung yang diwariskan secara turun-temurun. Selain mengajarkan teknik pertahanan diri, aliran ini juga mengandung nilai-nilai filosofis yang menekankan pentingnya sikap saling menghormati, menjunjung tinggi persaudaraan, disiplin, serta memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat.

Bagi prajurit Brigif TP 45/Sai Bhumi, latihan ini menjadi sarana untuk membentuk karakter yang tangguh dan berintegritas. Nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pencak Silat Sekinci Kinci diharapkan mampu menjadi pedoman dalam menjalankan tugas sebagai aparat pertahanan negara yang selalu mengedepankan profesionalisme, loyalitas, dan pengabdian kepada bangsa.

Selain itu, latihan rutin tersebut juga menjadi media pewarisan budaya kepada generasi muda, sehingga seni bela diri tradisional Lampung tidak tergerus oleh perkembangan zaman. Kehadiran prajurit dalam mempelajari dan mengembangkan pencak adat ini menunjukkan bahwa TNI tidak hanya berperan menjaga kedaulatan negara, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dalam melestarikan identitas budaya daerah.

Melalui kegiatan ini, Brigif TP 45/Sai Bhumi berharap masyarakat semakin mengenal dan mencintai Pencak Silat Sekinci Kinci sebagai salah satu kekayaan budaya Lampung yang patut dibanggakan. Pelestarian budaya diyakini menjadi bagian penting dalam memperkuat jati diri bangsa sekaligus menjaga keberagaman yang menjadi kekuatan Indonesia.

Dengan semangat kebersamaan dan cinta terhadap budaya lokal, Brigif TP 45/Sai Bhumi terus berupaya menjadi garda terdepan dalam menjaga warisan budaya Lampung. Sinergi antara pembinaan kemampuan prajurit dan pelestarian budaya diharapkan mampu melahirkan prajurit yang tidak hanya tangguh di medan tugas, tetapi juga menjadi teladan dalam menjaga nilai-nilai luhur bangsa untuk diwariskan kepada generasi penerus.(Rls)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *