BENGKULU, GK – Provinsi Bengkulu dipercaya menjadi lokasi perdana pelaksanaan latihan Batalyon 13 Grup 1 Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Persiapan kegiatan strategis tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, di Ruang Rapat Lantai II Kantor Gubernur Bengkulu, Rabu (17/6).
Rapat koordinasi itu dihadiri sejumlah pejabat dan unsur terkait, di antaranya Asisten I Pemerintah Provinsi Bengkulu Khairil Anwar, Komandan Batalyon 13 Grup 1 Kopassus Gerry Heikal Cholid, Ketua DPRD Kota Bengkulu Herimanto, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bengkulu Nelly Alesa, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Bengkulu Miftahul Huda, Kepala Basarnas Bengkulu Muslikun Sodik, serta perwakilan TNI, Polri, dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Komandan Batalyon 13 Grup 1 Kopassus, Gerry Heikal Cholid, menjelaskan bahwa latihan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme prajurit melalui pengujian kemampuan tempur, keterampilan bertahan hidup (survival), dan kemampuan beradaptasi di berbagai kondisi medan operasi.
Menurut Gerry, Bengkulu dipilih karena memiliki karakteristik alam yang lengkap dan menantang, mulai dari kawasan hutan, perbukitan, hingga wilayah perkotaan yang dapat digunakan sebagai medan latihan yang realistis bagi pasukan khusus. Sebanyak 90 personel Kopassus Grup 1 akan diterjunkan dalam latihan tersebut.
“Latihan ini bertujuan menguji kemampuan tempur, survival, serta adaptasi medan bagi prajurit. Kondisi alam Bengkulu sangat mendukung untuk pelaksanaan latihan yang menuntut kemampuan taktis dan ketahanan personel,” ujar Gerry.
Rangkaian latihan akan dimulai pada 22 Juni mendatang dengan kegiatan penerjunan taktis di kawasan Danau Dendam Tak Sudah. Kegiatan ini menjadi salah satu materi utama dalam mengasah kemampuan infiltrasi dan mobilitas pasukan khusus di medan yang menantang.
Selanjutnya, pada 25 Juni akan digelar simulasi operasi khusus pembebasan sandera di kawasan Kantor Gubernur Bengkulu. Simulasi tersebut diproyeksikan menjadi atraksi utama yang menampilkan berbagai kemampuan operasional Kopassus dalam menghadapi situasi krisis.
Dalam latihan itu, Kopassus akan mengerahkan sejumlah unsur pendukung seperti kendaraan taktis, helikopter, penembak runduk (sniper), pasukan khusus, hingga penerjun payung. Kegiatan juga melibatkan berbagai instansi, termasuk TNI, Polri, Basarnas, Satpol PP, dan Dinas Pemadam Kebakaran sebagai bagian dari latihan terpadu lintas sektor.
Latihan perdana ini rencananya akan disaksikan langsung oleh sejumlah pejabat tinggi negara dan daerah, termasuk Panglima TNI, Gubernur Bengkulu, Danrem, Kapolda Bengkulu, aparatur sipil negara (ASN), serta masyarakat umum.
Selain sebagai sarana peningkatan kemampuan prajurit, kegiatan ini juga akan menjadi bagian dari penyusunan dokumentasi dan video profil yang menampilkan kemampuan Kopassus sekaligus memperkenalkan potensi alam Bengkulu kepada masyarakat luas.
Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu mendukung penuh pelaksanaan latihan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan berbagai lembaga lainnya.
“Atas arahan Bapak Gubernur, Pemerintah Provinsi Bengkulu mendukung penuh pelaksanaan latihan ini. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan Kopassus, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat Bengkulu,” ujar Herwan.
Ia berharap seluruh rangkaian latihan dapat berjalan aman, lancar, dan memberikan dampak positif, baik bagi peningkatan kemampuan prajurit maupun penguatan koordinasi antarlembaga dalam menghadapi berbagai tantangan dan situasi darurat di masa mendatang.(Red)







