Bengkulu Tengah, GK – Provinsi Bengkulu berhasil mencatat produktivitas jagung yang lebih tinggi dibanding rata-rata nasional. Data tahun 2024 menunjukkan produktivitas jagung di Bengkulu mencapai 8,83 ton per hektare, melampaui rata-rata nasional yang hanya 8,04 ton per hektare.
Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, dalam kegiatan Senator Peduli Ketahanan Pangan di UPTD Benih Induk Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perbenihan Perkebunan Provinsi Bengkulu, Desa Taba Lagan, Bengkulu Tengah, Sabtu (27/9).
“Bengkulu punya potensi besar dalam penyediaan pangan. Dari ketersediaan lahan, tenaga kerja, budaya bertani, hingga iklim dan curah hujan, semua sangat mendukung,” kata Mian.
Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono, yang turut hadir, menegaskan Presiden Prabowo telah memberi arahan agar hambatan kewenangan dalam penanganan irigasi dihapus.
“Masalah irigasi harus diselesaikan bersama. Tidak ada lagi alasan soal kewenangan,” tegasnya.
Ketua DPD RI, Sultan B. Najamudin, menambahkan kegiatan ini sekaligus memperingati HUT ke-21 DPD RI.
“Bengkulu dipilih karena memiliki ikatan historis dengan Ibu Fatmawati dan Bung Karno,” ujarnya.
Acara juga ditandai dengan penyerahan lima unit hand tractor serta bantuan benih jagung untuk 3.000 hektare lahan di Bengkulu Tengah.(Red)







