Enggano, GK – Untuk pertama kalinya dalam sejarah pemerintahan daerah, Bupati Bengkulu Utara Arie Septia Adinata berkantor langsung di Pulau Enggano. Selama beberapa hari ke depan, Bupati bersama jajaran pejabat terkait akan melaksanakan sejumlah agenda kerja langsung dari pulau terluar Provinsi Bengkulu tersebut.
Langkah ini dilakukan menyusul arahan Gubernur Bengkulu agar Gubernur, Wakil Gubernur serta Bupati Bengkulu Utara secara bergiliran berkantor di Enggano, guna memastikan layanan pemerintahan tetap berjalan maksimal di tengah kendala pendangkalan alur Pelabuhan Pulau Baai, yang menjadi satu-satunya jalur utama masyarakat Enggano menuju Kota Bengkulu. Isolasi transportasi ini sempat menjadi perhatian publik hingga Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) untuk penanganan khusus kawasan Enggano.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Bupati Arie turut memboyong Kapolres Bengkulu Utara, Ketua DPRD, serta sejumlah kepala dinas strategis untuk memastikan percepatan pelayanan publik.
Adapun agenda utama Bupati selama berkantor di Enggano meliputi:
– Memastikan pelayanan kesehatan berjalan normal, termasuk operasional Rumah Sakit Bergerak Enggano sebagai pusat layanan BPJS.
– Memastikan proses belajar-mengajar di sekolah dasar tetap berlangsung.
– Memastikan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) bagi masyarakat.
– Mengecek stok BBM di SPBU Satu Harga dan memastikan PLN Enggano beroperasi 24 jam.
– Memastikan hasil produksi sumber daya alam masyarakat dapat dipasarkan dengan baik untuk meningkatkan pendapatan.
Selain itu, Pemkab Bengkulu Utara juga menyerahkan berbagai bantuan kemasyarakatan, di antaranya:
– Bantuan pembangunan masjid dan pesantren.
– Santunan untuk 30 anak yatim, piatu, dan anak tidak mampu, serta Bantuan sosial lainnya.
Fokus pada Proyek Strategis Nasional (PSN):
– Kampung Nelayan Merah Putih: Bupati meninjau progres sertifikasi lahan oleh BPN, kesiapan pasokan listrik dari PLN, air bersih dari Perumda Air Minum, serta dukungan infrastruktur lainnya.
– Cetak Sawah Baru: Tiga titik lokasi yang menjadi fokus pengembangan adalah Banjarsari (617 ha), Kahyapu (203 ha), dan Malakoni (48,6 ha), dengan prioritas pada Banjarsari sebagai program ketahanan pangan daerah.
“Melalui kegiatan berkantor langsung di Enggano ini, kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang layak dan tidak merasa terabaikan oleh pemerintah,” ungkap Bupati Arie Septia Adinata.
Kegiatan berkantor langsung di Enggano ini diharapkan dapat menjadi solusi percepatan pembangunan sekaligus membuka akses komunikasi lebih intens antara pemerintah daerah dengan masyarakat di pulau terluar tersebut.(Rs)







