GK, Bengkulu – Menjelang bulan suci Ramadan, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Bengkulu menggelar pasar murah guna menekan lonjakan harga bahan pokok.
Kegiatan ini berlangsung di beberapa titik strategis di Kota Bengkulu dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat, terutama para ibu rumah tangga yang berburu kebutuhan dapur dengan harga lebih terjangkau.
Pasar murah ini menyediakan berbagai komoditas utama seperti beras, minyak goreng, gula, tepung, telur, serta cabai dan bawang merah yang menjadi primadona di kalangan pembeli.
Dua komoditas tersebut mengalami kenaikan harga signifikan di pasaran, sehingga menjadi yang paling diburu.
“Harga cabai dan bawang merah di pasar sudah cukup tinggi. Dengan adanya pasar murah ini, kami bisa mendapatkan harga yang lebih bersahabat,” ujar Yuni, salah satu warga yang berbelanja di lokasi pasar murah.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bengkulu, yang juga anggota TPID, menyampaikan bahwa pasar murah ini merupakan langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat menjelang Ramadan.
“Kami berupaya mengendalikan inflasi dengan memastikan ketersediaan bahan pokok dan memberikan akses harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, TPID Bengkulu juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Bulog dan distributor, untuk memastikan pasokan pangan tetap aman hingga Lebaran.
Pasar murah ini rencananya akan digelar secara berkala di berbagai kecamatan hingga menjelang Ramadan, dengan harapan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dengan harga yang lebih stabil dan terjangkau. (Rls)







