BENGKULU TENGAH, GK – Upaya meningkatkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat terus diperkuat di Provinsi Bengkulu. Kali ini, Anggota Komisi V DPR RI, Hj. Erna Sari Dewi, S.E., M.H. yang akrab disapa ESD, meresmikan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di Desa Harapan Makmur, Kabupaten Bengkulu Tengah.
Fasilitas pengelolaan sampah tersebut dibangun dengan anggaran sebesar Rp600 juta. Kehadirannya diharapkan menjadi solusi dalam menangani persoalan sampah sekaligus mendorong kesadaran masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Pembangunan TPS 3R ini mencakup sejumlah pekerjaan, mulai dari pembangunan prasarana hanggar dan kantor pengelola, penyediaan sarana pengolahan sampah, hingga pembangunan infrastruktur pendukung berupa drainase, jaringan air bersih, listrik, dan fasilitas lainnya.
Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PU RI, Fery Erawan, S.T., M.T., menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas tersebut menggunakan pola swakelola tipe IV dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaksana sekaligus pengelola.
“Ini pembangunan kita ini tentunya disuakelolakan oleh masyarakat tipe 4 ini, jadi perencanaan, pelaksanaan maupun pemeliharaan nanti dikelolakan oleh masyarakat tentunya,” jelas Fery.
Ia menerangkan, bangunan TPS 3R tersebut memiliki ukuran 10 x 20 meter dengan kapasitas pelayanan yang diproyeksikan dapat mencakup kebutuhan satu desa. Lokasi pembangunan juga berada di atas tanah milik desa.
Menurutnya, pembangunan TPS 3R di Bengkulu tidak hanya dilakukan di Desa Harapan Makmur. Fasilitas serupa sebelumnya juga telah dibangun di sejumlah lokasi lain, termasuk wilayah perkotaan.
Sementara itu, Anggota Komisi V DPR-RI, Hj. Erna Sari Dewi, S.E, M.H, menegaskan bahwa pelaksanaan pembangunan harus berjalan sesuai perencanaan, baik dari sisi kualitas pekerjaan maupun ketepatan waktu penyelesaian.
“Karena proses ini akan dilakukan tepat waktu tentunya 80 hari kerja, kemudian ini juga dipantau semaksimal mungkin supaya ini sesuai dengan perencanaannya, baik kualitasnya maupun juga ketepatan waktu penyelesaian pengerjaannya,” ungkap ESD.
Ia berharap keberadaan TPS 3R di Desa Harapan Makmur dapat menjadi percontohan bagi desa-desa lainnya dalam membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan.
Menurutnya, pemilihan Desa Harapan Makmur sebagai lokasi pembangunan juga mempertimbangkan volume sampah yang dihasilkan masyarakat.
Karena itu, fasilitas tersebut diharapkan menjadi proyek percontohan atau pilot project yang dapat direplikasi di wilayah lain.
“Dan kami berharap bahwa ini menjadi contoh buat desa-desa lainnya juga bagaimana kemudian awareness terhadap lingkungan,” ujar Politis Nasdem itu.
ESD juga menekankan bahwa pengelolaan sampah tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur, tetapi harus diikuti perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Untuk bagaimana awareness terhadap lingkungan, kehidupan yang bersih dan memiliki kehidupan yang lebih berkualitas,” tutupnya.
Dengan pembangunan TPS 3R ini, masyarakat Desa Harapan Makmur diharapkan memiliki fasilitas sekaligus tanggung jawab bersama dalam mengelola sampah.
Keterlibatan masyarakat sejak tahap perencanaan hingga pemeliharaan menjadi kunci agar fasilitas tersebut dapat beroperasi secara berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang.(Red)






